1.106 Sekolah di Kabupaten Bandung Mulai Gelar PTM Hari Ini

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna meninjau pelaksanaan hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tingkat TK, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas (SMP).


Di Kabupaten Bandung sendiri ada sebanyak 1.106 sekolah yang menggelar PTM, terdiri dari 82 SMP, 373 SD dan 651 TK.

Dadang mengungkapkan pada awalnya pelaksanaan PTM ditengah kondisi pandemi Covid 19 ini memang terasa aneh dan masih belum terbiasa. Tapi, dirinya percaya sekolah akan bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada.

“Sekolah dimulai pada pagi hari, diikuti siswa kelas 1. Untuk Protokol kesehatannya sebelum memasuki ruangan dicek suhu, setiap ruang kelas didisinfektan terlebih dahulu, setiap anak duduknya berjarak,” ujar Dadang usai meninjau PTM di SDN Cingcin 01 Soreang, Senin (6/9).

Menurut Bupati, PTM lebih efektif dibanding belajar secara online karena gestur tubuh pengajar bisa dilihat oleh siswa. Tujuan pelaksanaan PTM dilaksanakan secara bertahap, kata Dadang, adalah agar bisa dikendalikan.

“Jangan sampai gambling, mulainya secara bertahap, takut kaget, kalau tidak terkendali nanti dikhawatirkan ada kasus baru,” ungkap Dadang.

Kepala SD Cingcin 01 Soreang, Lilis Supartini mengatakan PTM hanya diikuti oleh kelas 1 dan jumlah siswanya hanya sebanyak 25 persen dari total siswa.

Kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung selama 30 menit dan hanya diisi oleh kegiatan permainan  anak.

“Masuk jam 7 pagi kemudian belajar. Saat pulang, anak diantar ke gerbang nanti disambut oleh orang tua. Barulah siswa sesi kedua yang masuk ke kelas,” ujar Lilis.

Adapun untuk jeda waktu per sesi, ungkap Lilis, yaitu 20 menit. Pihaknya menyiapkan 1.500 buah masker untuk mengantisipasi anak yang tidak membawa masker. Selain itu, dari mulai masker, handsinitizer dan thermogun sudah tersedia di setiap kelas.

“Anak tidak harus divaksin, tapi anak yang sakit itu tidak boleh sekolah,” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds