BPBD Klaim Tidak Ada Bencana Kekeringan di Bandung Barat

ILUSTRASI KEKERINGAN : Warga mengambil air dan rumput disungai Citarik yang mengalami kekeringan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI KEKERINGAN : Warga mengambil air dan rumput disungai Citarik yang mengalami kekeringan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga menjelang musim penghujan belum menerima laporan wilayah yang kesulitan air bersih.


Hal tersebut ditegaskan, Kepala BPBD KBB, Duddy Prabowo, Minggu (5/9).

Menurutnya, meski kemarau sudah berjalan lebih dari 4 bulan dan telah melewati puncaknya kondisi kekeringan tidak dialami wilayah yang biasa terdampak musim kemarau.

“Itu terjadi karena saat ini kategorinya kemarau basah, jadi meski musim kering tapi sesekali masih ada turun hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, biasanya berdasarkan data pada setiap tahun saat musim kemarau tiba ada 3 wilayah yang rentan mengalami kekeringan yakni  Ngamprah, Padalarang, dan Cipatat.

“Biasanya kita menyuplai air bersih ke warga yang terdampak kekeringan pada musim kemarau dengan menggunakan mobil tanki milik BPBD,” jelasnya.

Duddy menyebut, selain tidak adanya laporan kekeringan pihaknya pun saat ini tidak menerima terkait terjadinya bencana kebakaran hutan yang berada di Cisarua, Lembang dan Cipatat.

Namun saat ini semuanya kondusif dan tidak ada laporan kejadian.  “Kesiagaan dan antisipasi tetap dilakukan. Pasokan air bersih juga siap, karena kami juga bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk PDAM,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds