Komnas HAM Sebut Sudah Menerima Aduan Pelecehan Seksual Pegawai KPI pada 2017

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengakui sudah menerima pengaduan pelecehan seksual pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS pada 2017 lalu.


Pengaduan itu disampaikan MS melalu email pada Agustus 2017 silam. Demikian diungkap Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara di kantornya, Kamis (2/9/2021).

“Kemudian direspon bagian pengaduan Komnas HAM September 2017 yang intinya bahwa stelah menganalisa materi aduan yang ada itu menyimpulkan ada indikasi tindakan pidana,” katanya.

Saat itu, pihaknya menyarankan MS membuat laporan polisi agar bisa secepatnya didalami dan ditangani.

“Itu proses yang ada di Komnas HAM,” jelasnya.

Hanya saja, Beka mengakui saat itu pihaknya tidak meminta keterangan dari pihak KPI dengan alasan masih pengaduan awal.

“Tidak ada komunikasi (dengan KPI), karena ini masih pengaduan awal sifatnya karena belum penanganan kasus yang ada di Komnas HAM,” ungkap Beka.

Beka mengatakan, jika MS kembali melapor, Komnas HAM akan memastikan proses hukum yang menimpa MS berjalan dengan adil dan tanggung jawab.

“Komnas HAM merasa ini harus ditangani dan dipastikan apa yang mengadu kebutuhan korban terpenuhi,” pungkas Beka.

Sementara, MS akhirnya melaporkan lima rekan kerjanya di KPI ke Polres Metro Jakarta Pusat. Kelimanya yakni RM, FP, RE, EO, dan CL. Kelimanya dilaporkan dengan Pasal 289 KUHP dan atau 281 KUHP Juncto Pasal 335 KUHP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan MS.

“Nanti akan kami periksa dan klarifikasi termasuk terlapor lima orang ini,” ujarnya, Kamis (2/9/2021)

Yusri juga menyebut, MS tak pernah membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo hingga Kapolri soal kasus ini sebagaimana beredar di media sosial.

Tapi, kejadian itu diakui MS memang terjadi pada tahun 2015 silam dan tidak pernah membuat laporan polisi ke Polsek Metro Gambir.

“Itu secara kooperatif penyidik Polres Metro Jakarta Pusat mendatangi pelapor di kediamannya dan datang ke polres membuat laporan dan didampingi komisioner KPI,” katanya.

(pojoksatu)

Loading...

loading...

Feeds