Kadin Kabupaten Bandung Nilai Dampak Corona Lebih Dahsyat dari Krisis Moneter 1998

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Meski dampak dari pandemi Covid 19 lebih dahsyat dari dampak krisis moneter 1998, namun ternyata saat ini kegiatan ekonomi di Kabupaten Bandung sudah mulai bergeliat.  Upayanya adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.


Pjs Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Bandung, Dedi Supriadi mengatakan krisis moneter tahun 1998 hanya berdampak pada pengusaha besar, sementara pandemi Covid 19 menyasar seluruh lapisan masyarakat, pengusaha besar, menengah, kecil termasuk masyarakat secara umum.

Dedi mencontohkan, ketika sebuah perusahaan tidak bisa lagi beroperasi, maka pekerja tidak akan mendapatkan gaji. Karena pekerja tidak mendapatkan penghasilan, maka tidak bisa melakukan transaksi apapun, seperti membayar cicilan sebagainya.

“Sehingga melumpuhkan berbagai macam sektor, ini lebih dahsyat dibandingkan tahun 1998,” ujar Dedi saat wawancara di Soreang, Jumat (3/8).

Kabupaten Bandung saat ini tengah menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Katanya, sudah kembali terlihat geliat kegiatan ekonomi. Bahkan ekonomi sudah memasuki grade 1 dan tidak minus lagi.

Berdasarkan laporan, Dedi mengungkapkan, pelaku usaha kecil menengah mulai memanfaatkan sistem online sehingga tetap bisa melakukan transaksi walaupun dalam keterbatasan.

“Sehingga walaupun pandemi ternyata sudah sebagian UMKM itu ada yang mendapatkan keberkahan terutama di kuliner. Karena walaupun tinggal di rumah tetap perlu makan, sehingga mereka memesan dengan cara online,” tutur Dedi.

Kedepan, ada beberapa langkah yang akan ditempuh Kadin sebagai organisasi yang memiliki tujuan untuk melakukan pembinaan terhadap seluruh pelaku usaha.

Salah satunya adalah agar UMKM bisa naik kelas seperti bisa ekspor dan masuk jajaran minimarket. Selain itu, kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung juga ditingkatkan.

“Tentunya kami tidak bisa berdiri sendiri, Kadin itu punya SDM sehingga secara teori, pengetahuan dan pengalaman itu kami ada. Namun, Kadin bukanlah lembaga profit sehingga tidak punya anggaran. Oleh karena itu, ada kerjasama dengan pemerintah yang punya anggaran,” ungkap Dedi.

Sementara itu, sebagai bukti kepedulian Kadin Kabupaten Bandung terhadap penanganan pandemi Covid 19, sebanyak 25 tabung oksigen diberikan secara gratis untuk sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengapresiasi bantuan tabung oksigen yang diberikan oleh Kadin Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut akan langsung didistribusikan kepada 3 rumah sakit yaitu RSUD Cicalengka, RSUD Majalaya dan RSUD Soreang.

Ia menyatakan siap berkolaborasi dengan Kadin Kabupaten Bandung, sehingga perkembangan ekonomi Kabupaten Bandung ini segera meningkat yang pada akhirnya ini berdampak terhadap daya beli masyarakat Kabupaten Bandung.

“Dan saya selaku bupati akan mempercepat dan mempermudah proses perijinan sehingga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung ini akan lebih cepat,” katanya. (fik)

Loading...

loading...

Feeds