Insentif Tenaga Kesehatan di Jabar Belum Semua Tersalurkan

ILUSTRASI: Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mengikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mengikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengakui, belum semua tenaga kesehatan (nakes) penanganan Covid-19 menerima dana insentif. Hingga 31 Agustus lalu, dari sekitar 41 ribu nakes penerima, sekitar 29 persen belum mendapat insentif.


Pria yang kerap disapa Emil itu menjanjikan akan segera menyelesaikan penyaluran insentif sesuai dengan pengajuan.

“Insentif untuk tenaga kesehatan yang dari anggaran APBD Provinsi itu per 31 Agustus sudah tersalurkan 71,87 persen,” ungkapnya, Jumat (3/9).

“Sisanya tentu akan kita lakukan seiring dengan waktu, sesuai ajuan-ajuan. Jumlah penerimaan insentif ada 41 ribu nakes,” ia melanjutkan.

Padahal sebelumnya, pihak Pemprov Jabar mengatakan akan menyelesaikan pembayaran insentif untuk nakes penanganan Covid-19 pada Juli lalu. Hal itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Nina Susana Dewi.

Ia mengatakan keterlambatan pembayaran intensif nakes salah satu faktornya karena belum semua rumah sakit mengajukan, dan adanya peraturan baru Kemenkes No 12/2021 dan perubahan nomenklatur dalam Permendagri yang baru turun pada April 2021.

“Perubahan aturan itu mengakibatkan harus adanya penyesuaian yang membutuhkan waktu. Jadi ini masalahnya teknis saja, sehingga hingga pertengahan Juli kemarin baru 34 persenan lebih yang terbayarkan,” katanya, (22/7) lalu.

“Namun karena saat ini semua perubahan aturan itu sudah bisa kita ikuti, maka InsyaAllah bulan Juli ini semua bisa tersalurkan,” Nina menambahkan.

Adapun, Pemprov Jabar menganggarkan Rp59,2 miliar dalam APBD TA 2021 khusus untuk intensif nakes. Sehingga menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar, Nanin Hayani Adam, dana bukan kendala terhambatnya pembayaran insentif nakes.

“Dalam APBD sudah kita anggarkan, jadi ini bukan masalah dana, tetapi soal perubahan aturan,” katanya.

Di samping soal isentif, Emil menyampaikan bahwa pihaknya akan menjadikan taman monumen baru yang berada di depan Gasibu akan dijadikan monumen perjuangan para nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19. Tugu itu akan menjadi tugu pahlawan Covid-19 yang rencananya akan diresmikan Presiden Jokowi pada 10 November mendatang.

“Nanti tanggal 10 November 2021 kalau tidak ada halangan presiden akan ke Bandung, kalau lancar meresmikan dan mengapresiasi para pahlawan Covid-19 Indonesia yang simbolisasinya di tanah Jabar,” katanya.

“Banyak tenaga kesehatan, dokter yang berpulang, berjuang melawan Covid-19 salah satunya dokter yang menjadi dalah satu peneliti utama vaksin Sinovac salah satu yang menjadi pahlawan,” pungkas Emil. (muh)

Loading...

loading...

Feeds