KPBS Pangalengan Sulap Limbah Kotoran Hewan Jadi Produk Bernilai Jual

MENGHADIRI : Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan launching pemasaran pupuk organik limbah kohe dan peternak milenial di KPBS Pangalengan, Kamis (2/9). (ist)

MENGHADIRI : Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan launching pemasaran pupuk organik limbah kohe dan peternak milenial di KPBS Pangalengan, Kamis (2/9). (ist)

POJOKBANDUNG.com, PANGALENGAN – Kelompok Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan mengubah kotoran hewan menjadi pupuk organik yaitu produk yang memiliki nilai jual ekonomis. Jadi, selain bisa mengurangi pencemaran alam juga bisa menciptakan sumber penghasilan.


Ketua Umum KPBS Pangalengan, Aun Gunawan mengatakan penjualan pupuk organik limbah kotoran hewan (Kohe) ini merupakan salah satu upaya pelestarian alam, khususnya mencegah pencemaran sungai dari kotoran hewan. Kata Aun, penjualan pupuk organik itu masih dalam tahap merintis, belum memproduksi secara massal atau dalam berbagai jenis.

“Ini baru perdana dan baru satu jenis, yang penting tujuan kita adalah mengurangi pembuangan atau bahkan nantinya menghilangkan pembuangan kotoran sapi itu ke sungai atau solokan,” ujar Aun kepada RadarBandung, Pangalengan, Kamis (2/9/2021).

Ada dua truk pupuk organik limbah Kohe asal Pangalengan yang dikirim ke Tasikmalaya. Aun menuturkan, satu kilogram pupuk organik itu dijual seharga Rp300. Pupuk organik tersebut dikumpulkan oleh peternak yang diolah secara sederhana, yaitu hanya disimpan saja selama beberapa hari, kemudian digiling lalu dimasukkan ke karung dan terakhir dikirim ke pembeli.

“Sebetulnya enggak lama ngumpulin pupuk, karena banyak. Cuman masalahnya, kalau kita mau ngumpulin banyak, tapi pembelinya belum ada, ya enggak ekonomis juga,” tutur Aun.

Aun mengungkapkan, biasanya kotoran sapi di wilayah Pangalengan itu dibuat bio gas namun masih dalam skala kecil. Selain itu, kotoran sapi juga digunakan sebagai pupuk oleh pemilik kebun. Jadi, pengolahan kotoran sapi itu masih belum terorganisir dengan baik.

“Mudah-mudahan dimulai dari KPBS, lalu bisa diikuti oleh peternak sapi di daerah lain di Jawa Barat. Agar bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari kotoran sapi,” ungkapnya.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengapresiasi pemasaran pupuk organik yang berasal dari kotoran sapi. Sehingga tidak ada lagi limbah yang terbuang. Selain itu, penjualan pupuk organik itu dapat meningkatkan pendapatan para petani.

“Saya mengharapkan setelah dilaunching, produksi pupuk organik dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan tujuan kita untuk mewujudkan Citarum Harum dapat segera terealisasi,” pungkas Bupati Bandung.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds