Disdik Jabar Pastikan Putri dan Dewi Dapat Pendampingan Pendidikan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi memastikan anak kembar siam asal Wanaraja, Kabupaten Garut, bisa menjalani pendidikan sekolah dasar (SD) dengan lancar.


Meski alami keterbatasan fisik, namun hal itu tidak boleh menjadi penghalang mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Al Dewi Putri Ningsih (8) dan Al Putri Anugrah (8) adalah anak kembar siam yang berhasil menarik perhatian pemerintah daerah. Melalui sebuah tayangan video, Dedi berhasil bertemu dengan keduanya sebuah jamuan makan siang di salah satu restoran di Kota Bandung, Senin (31/8) lalu.

Dalam pertemuannya, Dedi menyebut, pihaknya akan membantu kedua siswi Sekolah Dasar (SD) tersebut, terutama dalam mengakses pendidikan. Pendampingan pendidikan harus diperhatikan, maka dari itu dia minta kepada Pemda Garut turut membantu kedua anak tersebut.

“Kita bantu di bidang pendidikan, ananda Putri dan Dewi masih sekolah SD. Saya sudah kontak ke Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), mudah-mudahan. ada umur dan rezeki. Akan kita terus dampingi siapa pun kadis-nya nanti, saya titipkan mereka harus masuk sekolah negeri dan penuhi apa yang mereka ingin,” kata Dedi, Rabu (1/9).

Selain pendidikan, Disdik Jabar juga membantu Putri dan Dewi dalam hal kebutuhan aktivitas sehari-hari. Kata Dedi, sedikitnya ada tiga barang yang diperlukan oleh anak kembar tersebut, yaitu kursi roda, tongkat untuk berjalan dan meja belajar khusus.

“Mudah-mudahan kita semua bisa, saya juga sudah mencoba menghubungi KCD Garut untuk melakukan pendampingan,” tuturnya. Sebelumnya, Putri dan Dewi lebih dulu menjalani pengukuran kursi roda di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Mengingat kondisi khusus, kursi rodanya pun didesain berbeda supaya keduanya bisa nyaman saat beraktivitas.

Menurut Dedi, Dewi dan Putri punya potensi akademik yang mumpuni. Sehingga bukan hal mustahil, keduanya bisa bersekolah formal di sekolah negeri.  Apalagi Dedi melihat si Kembar merupakan gadis yang periang, juga terbilang cukup cerdas dan memiliki daya ingat tajam.

Memiliki kondisi tubuh yang istimewa, tak menyurutkan Putri dan Dewi untuk menambah wawasan. Keduanya punya ingatan yang kuat dan tekun menghapal Al-Quran.

Berdasarkan siaran pers yang diterima, Putri dan Dewi sempat melakukan video call dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sesaat setelah keduanya menjalani makan siang dengan Disdik Jabar.

Ketiganya sempat terlibat obrolan seru saat orang nomor satu di Jabar itu bertanya pada Putri dan Dewi. Setelah mendengarkan Putri dan Dewi lancar melantunkan ayat Alquran, Emil–sapaannya– lalu bertanya, hadiah apa yang diinginkan Dewi dan Putri dari seorang gubernur.

“Apa saja, yang penting bagus,” ucap Putri dan Dewi.

Kemudian, Emil juga menanyai cita-cita keduanya bila kelak dewasa. Dewi menyebut ingin menjadi artis sinetron, kalau Putri ingin jadi ilmuan atau science.

Selain menjanjikan hadiah, mantan Wali Kota Bandung itu juga berjanji untuk menemui Putri dan Dewi jika dirinya berkunjung ke Garut. “Nanti kalau Pak Gubernur ke Garut kita bertemu ya,” sebut Emil.

Untuk diketahui, Putri dan Dewi merupakan anak kembar siam asal Wanaraja, Kabupaten Garut yang menderita kelainan genetik di mana bagian tubuh daerah pinggul saling bersatu.

Keduanya baru mendapatkan perhatian dari pemerintah setelah video-videonya viral di media sosial. Putri dan Dewi membutuhkan alat bantu untuk mobilitas keduanya dalam beraktivitas. Saat ini mereka diasuh oleh sang ayah setelah Oktober 2020 lalu sang ibu meninggal dunia.

Kondisi ekonomi keluarganya tergolong tidak mampu dan membutuhkan bantuan untuk keperluan medis kedua putrinya. Iwan Kurniawan (43), ayah dari Putri dan Dewi menuturkan, selepas kepergian istrinya, otomatis dia menjadi orangtua tunggal yang sepanjang waktu harus mengawasi kesehatan dan tumbuh kembang anaknya.

“Saya kini tidak dapat bekerja karena Putri dan Dewi belum memungkinkan untuk ditinggal sendirian,” kata Iwan.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds