Pemkab Bandung Barat Minta Pemerintah Pusat Segara Buka Objek Wisata

WISATA: Wisatawan saat mengunjungi tempat Wisata di Floting market Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

WISATA: Wisatawan saat mengunjungi tempat Wisata di Floting market Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat akan meminta pemerintah pusat agar kawasan wisata alam di wilayahnya dapat beroperasi.


Pasalnya, dalam Inmendagri 35 Tahun 2021, bahwa objek wisata di daerah yang menerapkan PPKM Level 3 belum boleh beroperasi.

“Kita terus coba melobi baik itu ke pemerintah provinsi (Jawa Barat) maupun pusat, jika memungkinkan objek wisata di KBB ini diizinkan buka. Kalau sekarang kan masih tutup,” Kata Kepala Disparbud KBB Heri Partomo, kemarin.

Ia menambahkan, sejauh ini mayoritas sektor wisata di Bandung Barat merupakan wisata alam terbuka. Dengan begitu, kesempatan membuka kawasan wisata terbuka dan itu jaminan potensi penyebaran COVID-19 dalam ambang minimal.

“Karena di KBB ini kan kebanyakan objek wisata alam terbuka. Kalau memungkinkan ada kebijakan yang bisa diterbitkan pemerintah daerah. Dengan kondisi itu, minimal jadi jaminan wisata di KBB ini meminimalisir potensi penyebaran (COVID-19),” katanya.

Selain itu, Pemkab Bandung Barat saat ini tengah menggodok kebijakan terkait sektor pariwisata. Terlebih kebijakan tersebut diserahkan langsung pada pemerintah daerah.

“Prinsipnya kan di PPKM ini kebijakannya diserahkan ke pemerintah daerah. Namun kembali lagi apakah pemerintah daerahnya berani atau tidak mengeluarkan kebijakan yang bisa saja tidak terlalu bertentangan dengan apa yang diarahkan oleh pemerintah pusat,” tegas Heri.

Heri mengakui jika saat ini masyarakat sudah teramat jenuh lantaran tak diizinkan kemana-mana selama PPKM diterapkan. Sehingga potensi revenge tourism amat mungkin terjadi.

“Pada prinsipnya masyarakat bisa dibilang ya dendam, karena mereka selama ini seolah-olah dikerem di rumah tidak boleh kemana-mana. Sekarang sudah saatnya mereka mencoba mengeksplor dan melihat suasana baru di luar rumah apakah itu dengan menginap di hotel atau ke tempat wisata,” jelas Heri.

Heri juga tak menampik jika kunjungan masyarakat ke restoran dan penginapan di wilayah Bandung Barat terutama di kawasan Lembang mulai bertambah sedikit demi sedikit.

“Saat ini kunjungan wisatawan yang ke arah Bandung Barat, terutama ke tempat makan dan hotel mulai ramai karena sudah diizinkan boleh menginap dengan batasan 25 persen. Tapi kita pastikan kalau ke wisata masih belum karena belum buka,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds