Sidang Perdana, Ade Barkah dan Siti Aisyah Didakwa Terima Duit Suap

Kasus suap dana bantuan provinsi (Banprov) untuk Kabupaten Indramayu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (30/8/2021). (FOTO: Muchammad Dikdik R A/Radar)

Kasus suap dana bantuan provinsi (Banprov) untuk Kabupaten Indramayu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (30/8/2021). (FOTO: Muchammad Dikdik R A/Radar)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, sekaligus Ketua Golkar Jabar non-aktif, Ade Barkah didakwa menerima suap senilai Rp750 juta. Kasus ini terkait dana bantuan provinsi (Banprov) Tahun Anggaran 2017–2019 untuk Kabupaten Indramayu.


Hal tersebut disampaikan jaksa KPK pada sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Bandung, Senin (30/8/2021). Sidang tersebut digelar secara virtual, terdakwa mengikuti secara daring.

“Menerima hadiah atau janji yaitu beberapa kali menerima pemberian uang yang totalnya sejumlah Rp750 juta. Diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febi Dwi.

“Mengurus proses penganggaran proyek-proyek di lingkungan Pemkab Indramayu yang didanai dari bantuan keuangan provinsi tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019,” imbuhnya.

Selain Ade Barkah, nama lain juga yang juga menjadi terdakwa adalah mantan Anggota DPRD Jabar Siti Aisyah Tuti Handayani. Ia disebut menerima suap senilai Rp1,1 miliar lebih. Uang itu digunakan untuk mengurus proses penganggaran proyek.

Jaksa menyampaikan, uang suap itu diterima secara bertahap dari dari seorang pengusaha bernama Carsa. Tahap pertama, Ade Barkah menerima uang sebesar Rp250 juta di Cianjur. Tahap kedua, diterima Ade Barkah pada 28 Mei 2019 sebesar Rp500 juta di Kota Bandung.

Sementara terdakwa Siti Aisyah menerima suap secara bertahap, mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Di tahun 2016, Siti Aisyah menerima uang muka Rp50 juta dari Carsa ES.

“Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji yaitu beberapa kali menerima pemberian uang yang totalnya Rp1.150.000.000 dari Carsa ES,” ujar jaksa.

Ade Barkah didakwa dengan Pasal 12 huruf A sebagaimana dakwaan pertama, Pasal 12 huruf b sebagaimana dakwaan kedua dan Pasal 11 sebagaimana dakwaan ketiga.

Sama seperti Ade Barkah, Siti Aisyah juga didakwa Pasal 12 huruf a undang-undang Tipikor sebagaimana dakwaan pertama, Pasal 12 huruf b UU Tipikor sebagaimana dakwaan kedua dan Pasal 11 UU Tipikor sebagaimana dakwaan ketiga.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds