Pemkab Bandung Akan Berikan Bantuan Program dan Keuangan untuk Desa Wisata

lustrasi salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

lustrasi salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Pemerintah Kabupaten Bandung akan berikan bantuan program dan keuangan untuk pengembangan desa wisata.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha mengatakan pihaknya tengah menyelesaikan peraturan bupati tentang pengembangan dan pengolahan desa wisata.

Nantinya, lanjut Yosep, akan dibuat kerjasama dengan desa wisata tersebut.

“Agar pemerintah bisa melakukan intervensi pengembangan desa wisata melalui bantuan program dan keuangan, misalnya kebutuhan anggaran untuk pembangunan sarana, bikin home stay, mushola, toilet, akses jalan dan sebagainya,” ujar Yosep saat dihubungi, Minggu (29/8).

“Kedepan itu bisa dibantu oleh pemerintah agar keterbatasan desa dalam mengembangkan wisatanya, bisa kita atasi secara bersama-sama,” sambungnya.

Pada tahun 2021 hingga 2022 mendatang, pihaknya fokus pada pengembangan desa wisata. Katanya, di Kabupaten Bandung ini sudah ada 10 desa yang sudah berstatus sebagai desa wisata.

“Yang tengah dalam proses penetapan status calon desa wisata menjadi desa wisata itu ada 59 desa,” jelas Yosep.

Salah satu contoh desa wisata yang sudah berkembang dengan baik adalah desa wisata Alamendah, yang kini berhasil masuk dalam 100 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Yosep menuturkan Desa Alamendah Kecamatan Rancabali itu memiliki beberapa keunggulan sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Kalau di Alamendah itu adalah pure kehidupan masyarakat sehari hari. Seperti, masyarakat tanam bawang daun, saledri, tanam wortel, mengurus sapi. Mereka berpencaharian sehari-harinya kan gitu. Ada pencak silat, reog, tarawangsa. Itu saja yang ditampilkan dan menjadi daya tarik sendiri, karena sangat natural,” tutur Yosep.

Pengelolaan desa wisata Alamendah, ungkap Yosep, dilakukan komunitas, karang taruna hingga badan usaha masyarakat desa (bumdes).

Kedepan, desa wisata Alamendah bisa menjadi sebuah destinasi unggulan di kawasan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali, disamping objek-objek wisata yang sudah ada yang dikelola oleh BUMN maupun pihak swasta.

“Orang yang berkunjung  tidak cukup satu jam atau dua jam saja. Dia (wisatawan) harus menginap sehari sampai dua hari, ikut ke kebun, panen, tanam, ikut berlatih silat, tidur di home stay atau rumah penduduk, olahraga, jalan kaki naik sepeda keliling desa,” ungkap Yosep.

“Itu akan lebih menarik dan membuat wisatawan akan berkunjung lebih lama, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar,” lanjutnya.

Terkait dengan aksestabilitas, kata Yosep, pemerintah sudah memikirkannya namun itu merupakan urusan besar. Katanya, memperlebar jalan itu bukan hal yang mudah karena terkait dengan kepemilikan jalan, terkait dengan aturan karena ada hutan lindung, belum lagi biaya dan sebagainya.

“Memang itu sudah dalam pemikiran pemerintah, bagaimana meningkatkan layanan akses, kan dulu pernah ada gagasan mengaktifasi kereta api atau memperlebar jalan,” pungkas Yosep. (fik)

Loading...

loading...

Feeds