Musik Folktronica Sampaikan Pesan Perdamaian Dunia

OMEMI atau Ibrahim Ismullah, musisi asal Kota Bandung yang kini studi dan tinggal di Kota Tilburg, Belanda, merilis dua single International bergenre Folktronica berjudul The Dark Tribe dan The Light Pilgrims.

OMEMI atau Ibrahim Ismullah, musisi asal Kota Bandung yang kini studi dan tinggal di Kota Tilburg, Belanda, merilis dua single International bergenre Folktronica berjudul The Dark Tribe dan The Light Pilgrims.

POJOKBANDUNG.com- FOLKTRONICA merupakan genre musik eksperimental yang menggabungkan aliran musik Folk atau tradisional dengan musik elektronik.


Genre musik inilah yang diusung OMEMI, musisi kelahiran Kota Bandung yang kini studi dan tinggal di Kota Tilburg, Belanda.

Omemi berhasil membuktikan penggabungan kedua aliran musik yang memiliki perbedaan dalam teori musiknya menjadi sebuah karya yang layak dinikmati.

Melalui dua karya teranyarnya yang berjudul The Dark Tribe dan The Light Pilgrims, Omemi menyampaikan harapannya untuk perdamaian dunia.

Berawal dari proposal Artistic Research untuk program Master of Music yang tengah dia ambil di University of Fontys, Tilburg, Belanda, Omemi mengatakan bahwa musik tradisional Indonesia punya daya tarik yang luar biasa di mata dunia internasional.

“Ketika saya mempresentasikan The Dark Tribe dan The Light Pilgrims kepada para panelis penguji yang terdiri dari pengajar senior, profesional produser, dan DJ di Belanda dan Eropa, mereka tertegun dengan keunikan suara gamelan, kecak, suling, dan sindena yang bisa menyatu dalam musik yang diolah secara elektronik dan modern,” kata pemilik nama asli Ibrahim Ismullah ini.

Omemi menjelaskan, pada lagu ‘The Dark Tribe’, ia memasukkan elemen-elemen suara gamelan, juga elemen tari Kecak, sementara vokal dengan inspirasi sinden disini oleh musisi Surabaya, Nadine Makalew, untuk menonjolkan suasana amarah, magis, juga mistis.

Sebaliknya, pada lagu ‘The Light Pilgrims, Omemi membuatnya lebih ringan dan menenangkan dengan alunan suling yang dipilih untuk menjadi lead melody, juga dipadukan dengan vokal rap yang diisi oleh musisi asal Tilburg, JSaya.

Menurut Omemi, kedua lagu ini yakni The Dark Tribe dan The Light Pilgrims saling melengkapi. “The Dark Tribe merupakan lagu yang menggambarkan kemarahan akan keadaan bumi yang kini semakin rusak oleh ulah manusia. Sedangkan, The Light Pilgrims adalah lagu yang memberikan harapan atas kemanusiaan di bumi yang berasal dari kasih sayang antar makhluk hidup,” jelasnya.

Pembuatan kedua lagu ini cukup kompleks. Pasalnya, Gamelan sebagai elemen utama kedua lagu tersebut memiliki perbedaan sistem musikal yang signifikan dengan teori musik pop kontemporer yang menggunakan teori musik barat.

Kesulitan juga dirasakan pada saat produksi lagu yang dilakukan melalui jarak jauh.

“Saya berada di Tilburg berkolaborasi dengan teman-teman musisi di Indonesia untuk bisa mendapatkan sampel-sampel gamelan dan suling yang dibutuhkan untuk menyelesaikan karya ini,” tuturnya.

Namun karena proses itu pula, yang membuat kedua lagu ini begitu spesial, terasa unik, dan penuh pengalaman tersendiri.

Lagu ‘The Dark Tribe’ (Omemi ft Nadine Makalew) dan ‘The Light Pilgrims’ (Omemi ft. Jsaya) sudah bisa dinikmati di semua digital platform musik seperti Spotify, Deezer, Apple Music, juga social media Youtube, Instagram, dan Tiktok.

Ke depannya, Omemi berencana untuk membuat album bergenre serupa, dengan mengeksplor alat musik khas Indonesia lainnya.

“Harapannya juga musik Folktronica Indonesia dapat diterima di pasar musik Indonesia,” tandasnya.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds