PTM di Jabar Tak Pasti, Infonya Tunggu PPKM Berakhir

DIDAMPINGI: Siswa didampingi orang tua saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Tamansari Atas, Kota Bandung, Selasa (24/11) (foto: AOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

DIDAMPINGI: Siswa didampingi orang tua saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Tamansari Atas, Kota Bandung, Selasa (24/11) (foto: AOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Dedi Supandi menegaskan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dilaksanakan jika Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) benar-benar berakhir.


Seperti diketahui, pemerintah pusat telah beberapa kali memperpanjang PPKM Jawa-Bali. Terbaru, memperpanjang hingga 30 Agustus 2021.

“Bisa dimulai kapan? setelah habis PPKM tersebut. Jadi, selama kita dalam masa PPKM kita akan masih melakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh),” ucap Dedi dalam acara Aspirasi yang diselenggarakan Pemprov Jabar secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Meski demikian, Dedi mengaku, Dinas Pendidikan Pemprov Jabar termasuk sekolah-sekolah sebagai satuan pendidikan tetap mempersiapkan diri baik untuk PTM maupun PJJ.

“Kami dari dinas pendidikan dan sekola sebagai satuan pendidikan wajib menyiapkan kedua layanan (PTM dan PJJ). Jadi, pembelajaran tatap muka sarananya sudah kita siapkan dan untuk pembelajaran jarak jauh pun sudah kita siapkan,” tuturnya.

Baca Juga: Gegara Pungli Oknum Pegawai Disdik, Pemkab Bandung Akan Bubarkan Korwil Kecamatan

Di samping itu, Dedi menyampaikan terkait kemungkinan PTM yang dapat dilaksanakan di area-area sekolah yang terbuka atau ruang publik.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh sekolah apabila seluruh sekolah mempunyai ruang publik yang bisa dilakukan untuk kegiatan belajar mengajar, silakan bisa dilakukan di ruang publik tersebut,” katanya.

“Intinya, untuk PTM adalah mari kita memastikan seluruh anak didik tetap melakukan hak dan mendapatkan hak untuk belajarnya dengan aman dan sehat,” ia melanjutkan.

Baca Juga: Oknum Disdik Lakukan Pungli, 100 Hari Kerja Bupati Bandung Tercoreng

Diberitakan sebelumnya, vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar atau usia remaja 12-17 tahun terus digencarkan. Vaksinasi menjadi salah satu penentu untuk menggelar sekolah tatap muka. Namun, ketersediaan dosis vaksin diakui masih menjadi kendala.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, jika para pelajar yang berada di luar wilayah PPKM level 4 sudah divaksin, maka pembelajaran tatap muka dapat diselenggarakan.

Baca Juga: Gegara Pungli Oknum Pegawai Disdik, Pemkab Bandung Akan Bubarkan Korwil Kecamatan

“Sesuai arahan Bapak Presiden, bagi wilayah yang berada bukan pada wilayah PPKM level 4 dan para pelajarnya sudah divaksin maka dapat melakukan pembelajaran tatap muka. Tapi tetap jangan lupa prokes terutama memakai masker,” katanya beberapa waktu lalu.

“Vaksinasi bagi kalangan pelajar di wilayah Jabar merupakan komitmen dalam mempercepat vaksinasi di wilayah Jabar,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan konsep 3 in 1, satu anak bisa membawa kedua orang tuanya yang juga belum divaksin. Vaksinasinya akan fokus diselenggarakan di sekolah-sekolah.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds