Perpanjangan Ganjil Genap di Kota Bandung Tunggu Evaluasi

SOSIALISASI: Petugas sedang memberikan sosialisasi terkait aturan ganjil genap kepada salah seorang pengendara di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Foto: Murwani Rokhayati)

SOSIALISASI: Petugas sedang memberikan sosialisasi terkait aturan ganjil genap kepada salah seorang pengendara di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Foto: Murwani Rokhayati)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Penerapan sistem ganjil genap di 2 titik di Kota Bandung diklaim berhasil menekan mobilitas masyarakat.


Meski demikian, untuk penerapan ganjil genap lebih lanjut, Pemkot Bandung akan harus menunggu hasil rapat terbatas evaluasi penerapan PPKM.

“Untuk mengetahui efektifitas dan pendapat masyarakat terhadap kebijakan ganjil genap ini kami melakukan survey, salah satu hasil survey menyatakan penerapan gajil genap berhasil menekan mobilitas sekitar 50%,” aku Kepala Dishub Kota Bandung Ricky Gustiadi, kepada wartawan dalam acara Bandung menjawab (24/8).

Ricky menyebut, pemberlakuan sistem ganjil genap Kota Bandung juga mendapat sambutan positif masyarakat. Dari 100 orang responden pada masing-masing titik didapatkan data 48% warga memilih sistem ganjil genap di waktu tertentu.

Sementara 6% warga menginginkan penutupan penuh atau lockdown dan 28% responden lainnya memilih penutupan jalan berdasarkan waktu dan 23% memilih penyekatan jalan dengan pemeriksaan dokumen pekerjaan.

“Mudah-mudahan ini cukup mewakili keinginan seluruh masyarakat Kota Bandung,” ucapnya.

Seperti diketahui, selama PPKM di Kota Bandung, sudah ada beberapa pola penekanan mobiltas warga.

Antara lain, penutupan jalan total, penutupan jalan berdasarkan waktu dan penyekatan jalan dengan menunjukan dokumen kesehatan. Sekarang yang tengah diterapkan sistem ganjil genap di dua titik dengan pola waktu tertetu.

Efektifitas pemberlakukan sistem ini, juga terllihat dari menurunnya mobilitas di kedua jalan tersebut.

Berdasarkan data Dishub Kota Bandung Jumat 20 Agustus, volume kendaraan yang melintasi Jalan Asia-Afrika sebelum ganjil genap sebanyak 3.470 per jam. Sedangkan volume kendaraan setelah ganjil genap berlaku 2.211 kendaraan per jam.

“Hal itu menunjukan ada penurunan volume kendaraan  yang melintasi ruas Jalan Asia-Afrika. Kepadatan kendaraan juga menurun dan kecepatan kendaraan yang melintas semakin cepat,” paparnya.

Meski demikian, untuk menentukan apakah sistem ini akan kembali berlaku selama PPKM level 3 di Kota Bandung, Ricky mengatakan hal bergantung keputusan hasil rapat evaluasi Satgas Covid-19.

“Kami hanya membawa hasil evaluasi dan hasil survey yang kami miliki kepada pimpinan. Untuk keputusan lebih lanjut sangat bergantung keputusan pimpinan,” terangnya.

Demikian halnya dengan kemungkinan pemberlakuan sistem ganjil genap jika PPKM sudah tidak ada nantinya, Ricky katakan, harus menyiapkan sistem transportasi umum yang baik dan nyaman bagi masyarakat.

“Kita sekarang memang tengah menyiapkan sistem transportasi yang lebih baik, agar tercapai target tahun 2023, perbandingan pengguna kendaraan pribadi dan moda transportasi umum bisa 30% berbanding 70%,” terangnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung melanjutkan pengaturan kendaraan ganjil genap di 2 ruas jalan di Kota Bandung, mulai Jumat 20 Agustus hingga 23 Agustus 2021.

Ganjil genap ini berlaku di 2 ruas jalan. Pertama, Jalan Ir H Djuanda, mulai dari lampu merah Jalan Persimpangan Jalan Ir H Djuanda – Jalan Cikapayang, sampai Persimpangan Jalan Ir H Djuanda – Jalan Dipatiukur (Simpang Dago).

Kedua, Jalan Asia Afrika, mulai dari lampu merah Persimpangan Jalan Tamblong – Jalan Asia Afrika, sampai dengan Persimpangan Jalan Asia Afrika – Jalan Otto Iskandar Dinata.

Pengaturan dilaksanakan pagi hari, mulai pukul 08.00-10.00 WIB, dilanjutkan sore hari mulai pukul 16.00-18.00 WIB.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds