Polisi Sebut Pengemudi Mobil Toyota Rush yang Tabrak 2 Motor Kanera Panik

Tangkapan layar. (ist)

Tangkapan layar. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Pengemudi mobil toyota rush yang viral di media sosial (medsos) usai menabrak sejumlah kendaraan di beberapa ruas jalan Kabupaten Bandung, dinyatakan negatif minuman beralkohol.


“Bukan tabrak lari, dia nabrak, terus kemudian panik abis itu nyerempet motor. Kita duga, terpengaruh minuman beralkohol. Saat kita cek darahnya, ternyata negatif semua,” ujar Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Rislam Harfian saat dihubungi Radar Bandung, Minggu (22/8/2021) pagi.

Peristiwa itu terjadi Jumat (20/8/2021) pukul 19.00 WIB di Jalan Raya Majalaya Cicalengka Paseh. Sebuah video pengejaran minibus berpelat nomor polisi D-1271-YCD yang dikendarai oleh AM (26) ramai di media sosial. Awalnya mobil toyota rush melaju dari arah Majalaya menuju Ciparay, dan ketika di tempat kejadian menyenggol kaca spion dan bodi bagian kanan kendaraan minibus yang sedang terparkir di sebelah kiri jalan.

Setelah kejadian AM melarikan diri ke arah Baleendah. Ketika melintasi Desa Cikopo Kecamatan Ciparay, Kendaraan Minibus Toyota mengambil jalur terlalu kanan sehingga menyenggol sepeda motor yang melaju berlawanan arah hingga terjatuh.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toserba Griya TKI Kabupaten Bandung

Minibus itu terus melaju hingga setibanya di Jalan Raya Laswi Kecamatan Baleendah kembali menyenggol 2 sepeda motor. Di dalam mobil itu terdapat 4 orang.

Hingga saat ini, ungkap Rislam, insiden tersebut masih ditangani oleh unit laka. Dengan demikian, baik dari pelaku hingga korban masih dimintai keterangan.

“Cuman panik aja, ya kan orangnya juga mau untuk ganti rugi semua kata penyidiknya gitu. Untuk korban sudah difasilitasi oleh pelaku, ya memang minta ganti rugi sih yang motor dan mobil,” ungkap Rislam.

Baca Juga: Potensi Cukai Palsu di Kabupaten Bandung Dinilai Rendah

Menurut Rislam, proses penyelidikan tetap berjalan. Rislam mengaku masih belum mengetahui apakah nanti pada akhirnya korban hanya meminta ganti rugi atau berlanjut ke persidangan.

“Kalau misalnya kerugian bisa diganti dan segala macam, ya kita serahkan ke mereka. Kan enggak semuanya di meja persidangan. Cuman kan kita tidak bisa menentukan sekarang, yang jelas masih proses dimintai keterangan semua,” tutur Rislam.

Baca Juga: Kesadaran Masyarakat Kabupaten Bandung Patuh Lalu Lintas Menurun

Sementara itu, disinggung mengenai angka kecelakaan yang ada di Kabupaten Bandung, kata Rislam, trennya menurun. Hal tersebut dikarenakan adanya penurunan lalu lalang masyarakat selama pandemi Covid 19. Kata Rislam, kecelakaan lalu lintas rata-rata disebabkan oleh kelalaian dari pengendara.

“Kalau di era pandemi Covid-19 ada penurunan. Terus tingkat fatalitas juga enggak ada. Kalau laka yang di jalan di arteri biasa mungkin ada aja, hanya sekedar kerugian materi bisa dibicarakan oleh masing-masing pengendara,” imbuhnya.

“Mulai dari penyekatan, orang juga enggak terlalu banyak lalu lalang, wisata masih tutup, alhamdulillah pengaruh juga untuk tingkat kecelakaan, angka kecelakaan menurun,” pungkas Rislam.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds