Imbas PPKM, Petani Sayuran di Bandung Barat Keluhkan Harga Jual yang Murah

Sementara itu, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan saat berbincang dengan petani. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

Sementara itu, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan saat berbincang dengan petani. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Petani sayuran di Kampung Gamlok RT 02/ RW 05 Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar panen raya. Hasil panen tahun ini dianggap meningkat dibanding tahun lalu. Bahkan kualitas sayuran yang dihasilkan relatif sangat baik. Namun, kondisi ini tetap tak menguntungkan bagi petani karena harga jual sayuran murah.


“Harga turun semua, terendah saladah bokor itu kisaran Rp1.000 per kilogram, jadi tidak dipanen,” kata salah seorang petani, Ai Sapitra (36) saat ditemui.

Ai menduga penurunan harga sayuran disebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berdampak ditutupnya sejumlah tempat makan, restoran dan acara hajatan.

Ai mengatakan harga sayuran yang tengah naik adalah tomat dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

“Yang sekarang lagi naik itu tomat. Kalau yang lagi turn saladah bokor dan buncis. Tomat itu kisaran Rp11 ribu sampai Rp10 ribu tergantung kualitas barang,” jelasnya.

Ai berharap pemerintah punya solusi terkait menurunnya harga sayuran. Selain itu, ibu dua anak itu ingin pemangku kepentingan bisa mengendalikan harga pupuk.

“Saat ini itu obat dan pupuk untuk sayuran juga mahal karena naik, kalau biasanya pupuk biasa itu Rp12 ribu lima ratus, sekarang jadi Rp15 ribu,”pungkasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan penurunan harga sayuran memang dampak dari PPKM. Oleh karena itu pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat agar menerapkan kembali PPKM Mikro supaya beberapa wilayah yang zona hijau tetap bisa membuka sektor usaha.

“Terkait harga yang terkadang naik-turun apalagi di kondisi PPKM ini yang biasanya omset itu meningkat jadi turun akibat hotel hotel mengurangi belanja. Memang naik turun itu sudah biasa bagiamana kita bisa mengolahnya,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds