Kasus Covid-19 Menurun, Provinsi Jabar Kejar Target Zona Kuning

Seorang ibu hamil mengikuti vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Kamis (19/8).FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

Seorang ibu hamil mengikuti vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Kamis (19/8).FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Provinsi Jawa Barat kini menjadi wilayah yang tidak memiliki zona merah atau daerah risiko tinggi Covid-19. Hingga Jumat (20/8/2021), sebanyak 27 kota kabupaten di Jabar semuanya dinyatakan berada di kategori zona oranye.


Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berharap kondisi ini dapat dijadikan momentum untuk terus menekan kasus Covid-19, sehingga zona kerawanan Jabar pun dapat semakin menurun.

“Sudah tidak ada lagi zona merah, 100 persen zona oranye atau risiko sedang. Semoga minggu-minggu ke depan kita kerja keras semuanya jadi zona kuning,” ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Disampaikan, hingga kemarin kasus aktif di Jabar tercatat di angka sekitar 52.000 kasus. Sebanyak 4.493 pasien di antaranya dirawat di rumah sakit, 578 isolasi di pusat-pusat isolasi, sekitar 3.800 di pusat isolasi desa-kelurahan dan 43 ribu isoman di rumah.

Sementara untuk keterisan tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19 terus menurun hingga mencapai 26 persen dari awalnnya dikisaran 91 persen. Sementara, tingkat kesembuhan di atas rata-rata nasional, yakni 90,28 persen.

Namun, angka kematian diakui masih ada peningkatan di 1,78 persen. Pemprov Jabar mengaku terus berupaya menekan taraf fatalitas tersebut.

Sehubungan dengan itu, vaksinasi di Jabar terus dipercepat dengan kolaborasi dengan banyak pihak seperti TNI, Polri, komunitas, perguruan tinggi, sampai masyarakat. Harapannya, kekebalan kelompok di Jabar dapat terbentuk akhir tahun ini.

“Kesanggupan infrastruktur kesehatan kita hanya 60 persen, maka 40 persennya saya memohon pada semua pihak untuk turun tangan bela negara membantu vaksinasi, tempatnya pun boleh di mana saja,” katanya.

Secara keseluruhan, hingga Desember mendatang Jabar butuh setidaknya 75 juta dosis vaksin. Jika dihitung per bulan, maka Jabar harus mempersiapkan 15 juta dosis vaksin atau 400-500 ribu vaksinasi per hari.

“Jabar provinsi yang risikonya paling besar karena jumlah penduduknya paling banyak, kami masih terus meminta pemerintah pusat untuk menambah vaksin Jabar sesuai proporsinya,” tuturnya.

“Januari 2022 harusnya kedaruratan sudah tidak ada, herd immunity sudah terbentuk, kita tinggal beradaptasi dengan kebiasaan baru, sekolah semua dibuka, pariwisata, ekonomi dan lainnya,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds