Relaksasi Ditambah, Durasi Makan di Kafe Bisa 30 Menit

Suasana restoran di tengah pandemi Covid-19, para pengunjung diwajibkan mengenakan masker, kecuali sedang makan dan minum. (ist)

Suasana restoran di tengah pandemi Covid-19, para pengunjung diwajibkan mengenakan masker, kecuali sedang makan dan minum. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menambah relaksasi, khususnya pada sektor wisata dan olahraga. Namun, mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 masih berlangsung, maka relaksasi diberikan secara bertahap serta dengan pengawasan ketat.


Ketua Komite Kebijakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Oded M Danial menyatakan, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 34 Tahun 2021, terdapat sejumlah penambahan insentif untuk sejumlah relaksasi.

Khusus di Kota Bandung, Oded akan menyesuaikan dengan memberikan tambahan bidang relaksasi. Sedangkan untuk bidang yang sudah diberikan sebelumnya akan mendapatkan kelonggaran di masa PPKM Level 4 periode 17-23 Agustus 2021 ini.

“Sesuai dengan Imendagri yang ada, ini kita jadikan referensi. Dan kita akan lihat beberapa aspirasi dari masyarakat baik ekonomi, pendidikan, sosial,” kata Oded usai rapat terbatas, kemarin.

Pelonggaran kali ini, memberikan kesempatan untuk sarana olahraga yang berada di luar ruangan untuk bisa mulai beroperasi. Dengan kapasitas sebesar 25 persen, masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama berolahraga.

Kemudian, relaksasi tempat ibadah juga diberikan. Tempat ibadah bisa menambah kapasitas maksimal 50 persen atau 50 orang. Tapi tetap dengan catatan, prokes ketat tidak boleh kendor.

Penambahan kelonggaran juga diberikan untuk kegiatan di mal atau pusat perbelanjaan. Pembatasan bertambah menjadi 50 persen dengan jam operasional pada pukul 10.00-20.00 WIB. Sebelumnya kapasitas pengunjung hanya diperbolehkan maksimal 25 persen.

Kemudian pengunjung di atas 70 tahun sudah diperbolehkan masuk. Sementara untuk pengunjung di bawah 12 tahun masih belum diperbolehkan.

Lebih lanjut, kata Oded untuk bidang kuliner kini ada penambahan durasi makan di tempat menjadi 30 menit. Sementara pada regulasi sebelumnya hanya diperkenankan 20 menit saja.

“Restoran, rumah makan, kafe dengan ruang terbuka atau di dalam gedung, kapasitasnya masih dibatasi 25% dengan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB. Waktu makannya sekarang nambah jadi 30 menit,” jelasnya.

Meski sudah menambah relaksasi, Pemkot Bandung masih belum memberikannya pada sektor pendidikan. Pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, yang dalam hal ini berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita tunggu dulu arahan dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Selain sektor wisata dan tempat ibadah, Pemkot Bandung juga bakal menambah sektor lainnya yang direlaksasi. Di antaranya yakni tempat wisata, hiburan, dan pertemuan di hotel atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Rencana pemberian kelonggaran juga tidak terlepas dari perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bandung yang semakin melandai. Bahkan kini, level kewaspadaan Kota Bandung semakin membaik dengan skor 2.15 sekalipun masih berada di zona oranye.

“Ketika ada masukan tidak secara eksplisit dilarang di Inmendagri, kita akan merespon adanya beberapa relaksasi,” tandasnya.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds

1.296 Sekolah Menjadi Klaster Covid-19 Pasca PTM

POJOKBANDUNG.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan 42 persen satuan pendidikan di seluruh Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap …