Tidak Efektif, Oded Belum Berencana Perpanjang Ganjil Genap di Bandung

SOSIALISASI: Petugas sedang memberikan sosialisasi terkait aturan ganjil genap kepada salah seorang pengendara di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Foto: Murwani Rokhayati)

SOSIALISASI: Petugas sedang memberikan sosialisasi terkait aturan ganjil genap kepada salah seorang pengendara di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Foto: Murwani Rokhayati)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyebut bila pengaturan ganjil genap kendaraan kurang efektif. Hal itu melihat waktu operasional yang justru menyulitkan masyarakat di perjalanan.


Pada Jumat-Senin (14-16/8), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan ujicoba ganjil genap kendaraan pada 2 ruas jalan.

Pertama di Jalan Asia Afrika mulai dari simpang Jalan Tamblong hingga ke perempatan Jalan Otto Iskandar Dinata.

Kedua di Jalan Ir H Djuanda mulai dari perempatan Cikapayang hingga simpang Jalan Dipatiukur.

Pengaturan ganjil genap hanya berlaku pada jam tertentu. Yakni di pagi hari pukul 08.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-18.00 WIB.

“Sampai hari ini kami di Kota Bandung, saya melihat contoh waktu itu kurang efektif lah (ganjil genap),” kata Oded di Balai Kota Bandung, Rabu (18/8).

Menurut Oded, penutupan jalan jauh lebih efektif dalam membatasi mobilitas masyarakat. Pengaturan ganjil genap disebut merugikan masyarakat yang hanya memiliki satu kendaraan saja, sehingga bila terjadi sesuatu yang mendesak dan diharuskan bepergian maka bisa menyulitkan mereka.

“Kalau di Bandung lebih efektif penutupan jalan. Kalau ganjil genap repot juga, warga juga nanti tambah repot. Untuk yang cuma punya 1 kendaraan, rugi. Karena ini satu ganjil genap malah tidak bisa pergi kan,” terangnya.

Maka dari itu, Oded belum berencana melanjutkan pengaturan ganjil genap kendaraan.  “Ya kalau di Bandung, saya belum ini,” tandasnya. (fid)

Loading...

loading...

Feeds