Langgar Prokes Saat PPKM Level 4, Satpol PP Bandung Barat Tak Segan Beri Sanksi

WAWANCARA: Kasatpol PP Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin memberi keterangan kepada wartawan saat diwawancara. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

WAWANCARA: Kasatpol PP Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin memberi keterangan kepada wartawan saat diwawancara. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT – Satpol PP Kabupaten Bandung Barat bakal mengambil sanksi terhadap kegiatan yang dibatasi pada pemberlakuan PPKM level 4. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.


Kasatpol PP Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin mengakui, hingga saat ini tidak sedikit masyarakat yang melanggar aturan PPKM Level 4 yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Mungkin masyarakat jenuh seperti di sisi ekonomi. Mau tidak mau mereka banyak yang ‘mencuri-curi’ seperti ada yang hajatan dan juga buka kafe melebihi batas waktu operasional,” kata Asep saat ditemui.

Ia menambahkan, pada penerapan PPKM Level 4 ini tidak banyak perubahan seperti minggu kemarin. Dengan begitu, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Badnung Barat bisa lebih ditekan.

“Karena bisa saja hari ini menurun, besoknya dengan mobilitas yang tinggi bisa saja naik. Itu yang harus kita pahami bersama,” katanya.

Baca Juga: Wisata Bandung Barat Masih Ditutup, Begini Penjelsan Satgas Covid-19

Asep menyebut, sejauh ini akselerasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat belum berada di angka aman dari total penduduk kurang lebih 1,5 juta jiwa.

“Namun karena ini baru sampai 200 ribu-an masyarakat yang tervaksin, jadi ini masih dalam posisi zona rawan. Karena idealnya vaksin sampai 70 persen. Dari 1,5 juta idealnya 1,300 juta itu harus sudah divaksin,” jelasnya.

Baca Juga: Aa Umbara Didakwa Atur Paket Pengadaan Paket Bansos Covid-19

Ia mengimbau, masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan disiplin, jangan sampai lengah lantaran sudah merasa aman.

“Sehingga tidak terjadi mobilitas yang tinggi, karena Covid-19 ini penyebarannya kalau dengan mobilitas yang tinggi ini akan naik, tapi kalo dengan mobilitas masyarakat biasa saja ini mudah mudahan penanganan covid bisa terkendali,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds