Pelajar Wajib Divaksin Covid-19 sebelum Ikut Belajar Tatap Muka

DIVAKSIN: Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswi di SMPN 2 Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

DIVAKSIN: Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswi di SMPN 2 Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan anak-anak menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka.


Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan jika melihat perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Kabupaten Bandung itu sudah mulai melandai.

Katanya, angka kesembuhan per harinya itu mencapai 300 orang, keterisian tempat tidur diangka 32 persen dan masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit itu ada 2.846 orang.

“Bagi pelajar yang mau melaksanakan kegiatan tatap muka itu diwajibkan untuk melaksanakan vaksinasi,” ujar Dadang saat wawancara di Margahayu, kemarin.

Kata pria yang akrab disapa Kang DS, jika Kabupaten Bandung berada dilevel 1 atau 2, maka kegiatan belajar tatap muka akan dicoba dilakukan. Namun, dengan menerapkan sistem shifting atau siswa yang ada di dalam ruang kelasnya hanya sebanyak 50 persen saja. Nantinya dalam proses belajar tatap muka itu tidak ada jam istirahat.

“Pembelajaran dengan sistem online atau daring, sebetulnya kurang begitu efektif, karena disini memerlukan gestur tubuh pendidik kepada siswanya, ini sangat berpengaruh,” tutur Kang DS.

Bupati mengimbau kepada warga Kabupaten Bandung untuk segera menjalani vaksinasi Covid 19. Karena kedepannya, vaksin tersebut akan menjadi syarat, misalnya saat berkunjung ke mall, tempat wisata, pasar dan lainnya. Selain itu, manfaat vaksinasi adalah bisa meningkatkan herd imunity masyarakat Kabupaten Bandung.

“Kalau melihat daripada sasaran, jadi masyarakat dan pelajar itu kita upayakan di 80 persen, karena pendidikan jangan sampai berhenti, dinas pendidikan juga diminta melaporkan kepada saya bahwa target ini harus bisa diselesaikan maksimal di Desember 2021,” paparnya.

Kang DS mengungkapkan setiap harinya BPBD Kabupaten Bandung menggelar vaksinasi untuk 4.000 orang. Saat ini, pihaknya juga tengah menambah tenaga kesehatan sehingga vaksinasi Covid 19 ini bisa dilakukan serempak.

“Kalau kita menargetkan 80 persen Desember 2021 berarti rata per hari harus 40 ribu orang,” pungkas Kang DS.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds