Banyak Pengendara Belum Tahu Aturan Ganjil Genap, Polisi: Tak Ada Tilang bagi Pelanggar

SOSIALISASI: Petugas sedang memberikan sosialisasi terkait aturan ganjil genap kepada salah seorang pengendara di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Foto: Murwani Rokhayati)

SOSIALISASI: Petugas sedang memberikan sosialisasi terkait aturan ganjil genap kepada salah seorang pengendara di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Foto: Murwani Rokhayati)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sejumlah pengendara masih banyak yang tidak mengetahui ihwal pemberlakuan aturan ganjil-genap.


Hal itu diketahui saat hari pertama pemberlakuan uji coba ganjil genap di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

“Banyak masyarakat yang belum tersosialisasi soal aturan ini. Tapi kan ini hari pertama, wajar kalau masyarakat belum tahu kalau diberlakukan metode ganjil genap di ruas Jalan Asia Afrika ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, E.M Ricky Gustiadi, kepada wartawan, Sabtu (14/8/2021).

Seperti diketahui, di dua ruas jalan di Kota Bandung diberlakukan ganjil genap berdasarkan nomor kendaraan. Selain di jalan Asia Afrika diberlakukan juga Di Jalan Ir Djuanda.

Aturan ini berlaku sejak 14-16 Agustus, dari pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB – 18.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dan aparat kepolisian dari Polrestabes melakukan penjagaan di beberapa titik di sekitar ke dua titik tersebut.

“Ini merupakan uji coba, nanti hasilnya akan kami evaluasi untuk dilaporkan dalam rapat terbatas Forkopimda,” papar Ricky.

Ganjil genap sendiri dilihat dari nomor terakhir kendaraan bermotor. Hal ini berlaku untuk kendaraan roda empat dan roda dua.

Kata Ricky tujuan dari diberlakukannya aturan ini, adalah untuk menekan aktifitas masyarakat di titik-titik yang memang dianggap padat.

“Dua titik ini memang dinilai paling padat. Demikian juga dipilihnya lagi dan sore hari, karena itu merupakan jam ramai kendaraan,” jelas Ricky.

Namun, untuk warga sekitar yang tinggal di dua kawasan tersebut, dan pekerja yang kantornya di ke dua wilayah tersebut mendapatkan kelonggaran dan boleh melintas.

“Warga hanya tinggal menunjukan KTP atau kartu identitas kerja, yang menunjukan mereka berdomisili di sana. Maka mereka boleh masuk,” jelas Ricky.

Aturan ganjil genap ini, sambung Ricky, merupakan alternatif dari penyekatan dan penutupan jalan.

“Kami mendapat aspirasi dari warga dan menolak adanya penutupan dan penyekatan jalan. Karenanya, kita gunakan alternatif lain yaitu diberlakukan nomor ganjil genap,” paparnya.

Baca Juga: Catat! PPKM Diperpanjang Hingga 16 Agustus

Sementara itu Kanit Dikyasa Polrestabes Bandung AKP Asep Kusmana mengatakan, selama diberlakukan aturan ini tidak ada tilang bagi pelanggar.

“Kami hanya memberikan sosialisasi dengan humanis dan tidak lupa senyum, sapa, salam,” ujar Asep.

Selain diberlakukan ganjil genap, di kawasan jalan penyangga juga ditutup. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan jalan.

Baca Juga: Jabar Lewati Puncak Kedaruratan Covid-19, BOR RS Kembali 34 Persen

Penutupan jalan penyangga hanya dilakukan selama diberlakukannya ganjil genap. Ketika aturan tersebut tidak berlaku, maka penutupan jalan akan dibuka kembali

“Agar tidak ada kemacetan di satu titik kami melakukan rekayasa jalan, salah satunya dengan menutup beberapa jl penyangga,” tuturnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds