Gerakan Sedekah Oksigen di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Aksi sosial saling membantu selama pandemik Covid-19 di Kota Bandung tidak pernah berhenti.


Seperti yang dilakukan masyarakat di sekitar Kecamatan Cibiru yang membuat gerakan Sedekah Oksigen diperuntukkan pasien terpapar virus corona dan harus menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Adalah, Nenih Rahmani yang mendirikan Sedekah Oksigen. Wanita 37 tahun itu terinspirasi membuat gerakan ini ketika ada temannya yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan bantuan tabung oksigen.

Nenih kemudian membuka donasi untuk membeli tabung bagi temannya, dan akhirnya bisa membeli kebutuhan lengkap dengan regulator.

Dari kejadian ini, Nenih lantas melanjutkan kembali gerakan baik itu dengan pengisian bantuan oksigen dengan dua tabung yang dimiliki.

Karena tidak bisa melakukan banyak aktivitas di luar rumah dan pekerjaan, Nenih meminta bantuan Undang, selaku tokoh masyarakat di sekitar Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru.

“Lewat Pak Undang ini diinfokan bisa meminjamkan tabung oksigen secara gratis ke masyarakat lain. Setelah itu kita coba publikasi di media sosial akhirnya banyak yang minta bantuan dan ikut berdonasi,” ujar Nenih.

Inisiasi yang dimulai pada 3 Juli itu, saat ini sudah banyak keluarga pasien isoman yang meminta bantuan. Menurut Nenih, permohonan itu beragam, mulai dari meminjam tabung, tabung dan isinya, hingga bantuan untuk mengisi ulang tabung oksigen tersebut.

“Sekarang isi ulang oksigen gratis baik yang mampu maupun tidak mampu. Karena kadang yang mampu (uangnya) saja tidak bisa ketika ingin isi ulang (oksigen) sendiri,” tutur Nenih.

Dalam pemberian bantuan, tidak seidkit keluarga pasien yang meminta bantuan untuk pemasangan oksigen dengan regulatornya. Hal ini membuat para relawan ikut belajar memberikan contoh penggunaan tabung oksigen.

Salah seorang relawan Sedekah Oksigen Undang mengatakan, di awal aksi sosial ini digaungkan, dia sempat kewalahan karena kesulitan mencari penyuplai oksigen. Bahkan relawan sempat ada yang mencari ke Rancaekek, Kabupaten Bandung, mencari produsen oksigen.

Beruntung, relawan mendapatkan satu tempat yang siap mengisi oksigen 24 jam. Dengan kepastian ini, orang yang membutuhkan bisa menginfokan kapan saja agar segera mendapat bantuan dari Sedekah Oksigen.

Hingga saat ini, bantuan pun terus diberikan, bukan hanya dari masyarakat di sekitar Cibiru saja. Permintaan juga datang dari berbagai daerah, seperti Antapani, Cileunyi, bahkan sempat ada keluarga pasien di Limbangan, Garut, yang juga meminta bantuan.

“Kita ingin agar bagaimana tidak harus mendapatkan sesuatu, tapi lebih ke pada memberikan sesuatu pada orang lain,” ungkap Undang.

Undang mengungkapkan, ketika gerakan ini dimulai, para relawan sempat kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk berkunjung ke rumah pasien. Namun sekarang aliran bantuan terus berdatangan, termasuk pihak yang memberikan APD lengkap.

Relawan lainnya, Rama, mengatakan, saat ini jumlah tabung yang ada baru berjumlah sembilan. Selain itu ada juga empat regulator yang dimiliki komunitas Sedekah Oksigen.

Satu bulan bergulir, Rama menyebut, saat ini peminjaman tabung oksigen mulai berkurang dibandingkan sebelumnya. Permintaan paling tinggi terjadi pada pertengahan Juli hingga akhir Juli 2021.

Jika pandemi Covid-19 ini selesai, gerakan ini dipastikan akan terus berjalan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan tabung oksigen. Sebab, masih banyak penyakit yang membahayakan dan membuat pasiennya harus mendapatkan bantuan oksigen.

“Kita akan pinjamkan tabung ke orang dengan penyakit pernapasan seperti asma atau paru-paru,” tandasnya. (fid)

Loading...

loading...

Feeds