Vaksinasi di Jabar Belum Merata, Dewan Minta Ini ke Pemprov

ILUSTRASI: Seorang pelajar saat di vaksin Covid-19 di SMAN 8 Bandung, Jalan Solontongan, Kota Bandung, Minggu (8/8/2021).

ILUSTRASI: Seorang pelajar saat di vaksin Covid-19 di SMAN 8 Bandung, Jalan Solontongan, Kota Bandung, Minggu (8/8/2021).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang menyoroti ihwal vaksinasi yang belum merata di beberapa daerah.


“Yang dikeluhkan masyarakat itu terkait kondisi terkini covid, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin atau belum merata,” ujar Rafael, Senin (9/8/2021).

Anggota DPRD Provinsi Jabar dari fraksi PDIP Perjuangan, R Yunandar Rukhiadi Eka Perwira menambahkan, Pemerintah Jawa Barat bisa membuat satu pusat vaksinasi yang bisa melayani setiap hari.

“Sesungguhnya kita tidak kekurangan masyarakat yang ingin di vaksinasi, jadi sebenarnya pemerintahnya yang harus lebih sigap lagi dan saya mendorong pemerintah jabar segera membuat satu pusat vaksinasi yang bisa melayani setiap hari, karna kebutuhan itu semakin terasa sekarang,” ungkapnya.

Disampaikan, untuk saat ini Jawa Barat hanya memiliki 6 pusat vaksinasi yang berada di Cimahi, Karawang, Bogor, Bekasi, Garut dan Kabupaten Bandung. Yunandar menginginkan semakin banyak lagi tempat atau pusat vaksinasi di Jawa Barat hingga 27 kabupaten kota tersedia.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar, Dewi Sartika menilai, keberadaan sentra vaksinasi dan kegiatan vaksinasi massal hasil kolaborasi dapat memperluas dan mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

“Jika vaksinasi hanya mengandalkan fasyankes maupun puskesmas akan sulit mengejar kekebalan komunal (herd immunity) pada akhir tahun ini. Karena fasyankes hanya bisa melaksanakan 60 persen dari target vaksinasi,” kata Dewi.

Baca Juga: Pemerintah Hapus Aturan Vaksinasi COVID-19 Berbayar Individu

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar pada Sabtu (7/8/2021), masyarakat Jabar yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 6.674.956 orang atau 17,61 persen dari target sasaran. Adapun untuk dosis kedua sebanyak 3.257.994 orang atau 8,59 persen.

Dewi menuturkan, ada sejumlah daerah di Jabar yang cakupan vaksinasi masih rendah. Ia pun mengajak daerah yang cakupan vaksinasi masih rendah untuk intens mengajak sekaligus menyosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Empat Wilayah Disasar Jadi Lokasi Sentra Vaksinasi Silih Tulungan

Apalagi, kata Dewi, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar menemukan korelasi antara cakupan vaksinasi COVID-19 dan kasus kematian. Semakin tinggi cakupan vaksinasi, tingkat kematian akibat COVID-19 semakin rendah.

“Mari maksimalkan upaya kita bersama menuju herd immunity. Di kabupaten/kota juga bisa diinformasikan oleh Satgas COVID-19 masing-masing dan juga media-media baik media massa maupun media sosial yang ada agar seluruh kegiatan vaksinasi bisa diterima secara massif. Sehingga dengan langkah ini semua masyarakat tahu dan mau untuk divaksin,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

1.296 Sekolah Menjadi Klaster Covid-19 Pasca PTM

POJOKBANDUNG.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan 42 persen satuan pendidikan di seluruh Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap …