Intip Bisnis Sarkara Madhu yang Bisa Raup Omset Hingga Puluhan Juta

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Tak hanya memiliki rasa yang manis, ternyata madu juga bisa menjadi peluang bisnis berkeuntungan puluhan juta rupiah. Seperti halnya yang dilakukan oleh Owner Sarkara Madhu, R. Vita Kusmawardhani.


Ia mengaku mendapat keuntungan bersih sebesar Rp50 juta sampai Rp60 juta per tahun dari usaha berjualan madu. Bahkan dirinya pernah mendapatkan keuntungan Rp100 juta per tahun saat bekerjasama dengan Kementerian ESDM.

“Usaha madu sejak tahun 2018, tapi untuk seriusnya itu tahun 2019, karena waktu itu kita dapat proyek dari kementerian ESDM,” ujar Vita saat dihubungi RadarBandung, Senin (9/8/2021).

Ada tiga jenis madu yang dijual yaitu Kaliandra, Odeng atau madu hutan dan Hitam, yang masing-masing punya cita rasa yang khas. Vita menjelaskan madu Kaliandra itu rasanya manis sekali sehingga disarankan untuk menjadi pengganti gula.

“Kalau Odeng itu multi flora. Jika dicampur ke minuman maka rasanya berubah sehingga tidak hanya ada rasa manis saja. Sementara untuk madu hitam itu cenderung pahit karena berasal dari 80 persen nektar bunga mahoni dan 20 persen multi flora,” jelasnya.

Untuk bahan baku, Vita menjalin kerjasama dengan petani yang ada di Garut Jawa Barat. Karena telah bermitra dengan petani, Vita mengaku tidak kesulitan mendapatkan bahan baku. Ditambah lagi, kondisi alam Jawa Barat yang sangat mendukung bisnisnya.

“Madu jenis Odeng dan Kaliandra yang berukuran 300 gram harganya Rp60 ribu. Kalau madu Hitam ukuran 300 gram harganya Rp80 ribu. Sementara untuk satu kilogram Kaliandra dan Odeng itu harganya Rp125 ribu, untuk madu Hitamnya Rp150 ribu,” tutur Vita.

“Satu kali produksi itu, biasanya kita sesuaikan dengan pesanan. Misalnya ada yang pesan satu ton, itu bisa, tapi memang tidak bisa mendadak, butuh waktu seminggu,” sambungnya.

Sarkara Madhu ini merupakan madu murni tanpa olahan dari pabrik, kata Vita, tanpa ada pemanasan. Jadi, dari proses panen kemudian diperas, disaring, kemudian dikemas. Vita mengungkapkan, kualitas madu itu tergantung dari alam.

“Jadi kalau lagi musim panas, kualitas madunya pasti bagus, karena kadar air yang didalam madunya pasti sedikit. Tapi kalau lagi musim hujan dan sudah harus dipanen sarang madunya, maka hasilnya tidak sebagus ketika panennya saat musim panas. Untuk madu tersebut jangka (bertahan) tiga tahun,” ungkap Vita.

Untuk proses pemasarannya, kata Vita, dilakukan ke berbagai daerah seperti Jayapura Papua, Balikpapan, Semarang dan Salatiga dan juga ada reseller di Padang dan Yogyakarta bahkan sudah ekspor ke Singapura.

Baca Juga: Data Bantu Bisnis Berkembang, Wingz O Wingz Sukses Buka Jalan untuk Penuhi Permintaan Pelanggan Online

Selain itu, Vita juga biasa memasarkan produknya di kegiatan bazar dan lainnya. Terbaru, Vita mengaku berkesempatan untuk menggelar produknya pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua mendatang.

“Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak banget jualannya. Karena kita kan marketnya offline, kalau online itu kita kalahnya mungkin karena brandnya masih baru,” paparnya.

Baca Juga: Modal Rp700 Ribu, Pemuda 27 Tahun Ini Berpenghasilan Rp500 Juta Perbulan, Ini Bisnisnya

Kepada para penikmat madu, Vita memberikan cara penyimpanan yang benar yaitu, penyimpanan madu di kulkas itu tidak disarankan. Jadi sebaiknya disimpan di suhu ruangan, madunya tertutup dengan baik sehingga tidak menyebabkan kadaluarsa.

“Di kulkas juga boleh tapi dengan suhu tertentu, tidak boleh terlalu dingin,” pungkas Vita.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

1.296 Sekolah Menjadi Klaster Covid-19 Pasca PTM

POJOKBANDUNG.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan 42 persen satuan pendidikan di seluruh Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap …