Modal Rp700 Ribu, Pemuda 27 Tahun Ini Berpenghasilan Rp500 Juta Perbulan, Ini Bisnisnya

MEMPERLIHATKAN: Ekky V Krismawan saat memperlihatkan salah satu produk Explore Store Project di  Kampung Nagrak, Desa Jatisari Kecamatan Cangkuang, Minggu (8/8/2021). (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

MEMPERLIHATKAN: Ekky V Krismawan saat memperlihatkan salah satu produk Explore Store Project di Kampung Nagrak, Desa Jatisari Kecamatan Cangkuang, Minggu (8/8/2021). (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, KABUPATEN BANDUNG – Berbekal Rp700 ribu, pemuda 27 tahun asal Kabupaten Bandung, Ekky V Krismawan bisa raup penghasilan sampai Rp500 juta per bulan dari produksi alat-alat outdoor hingga Alat Pelindung Diri (APD).


Ekky yang merupakan owner Explore Store Project mengatakan, bisnisnya itu dirintis sejak tahun 2015. Bermula dari hobi naik gunung, dimana saat itu Ekky ingin memiliki alat mendaki tanpa harus menyusahkan orang tuanya. Hingga pada akhirnya, Ekky bersama beberapa orang temannya terpikir ide untuk memproduksi alat-alat outdoor.

“Modal awalnya Rp700 ribu, awalnya bikin satu tenda, tiga flysheet dan tiga hammock,” ujar Ekky saat wawancara di kantornya, Kampung Nagrak, Desa Jatisari Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Minggu (8/8/2021).

Ekky menceritakan ditengah perjalanan bisnisnya tersebut, teman-temannya memilih untuk fokus pada karirnya masing-masing. Sehingga bisnis outdoor equipment yang diberi nama Explore Store Project (ESP) itu dikembangkan Ekky seorang diri.

Pemuda kelahiran tahun 1994 itu melakukan berbagai upaya agar bisnisnya bisa terus berjalan, diantaranya mengikuti berbagai perlombaan hingga mendapat sejumlah penghargaan dan bisa diliput oleh beberapa media.

Hingga pada akhirnya Ekky bisa mendapatkan tender untuk menjadi pihak keempat dari salah satu program pemerintah di luar daerah, lalu mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan Kemenpora. Kata Ekky, bantuan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin, misalnya untuk modal, membeli rak produk, mesin jahit, bahan baku dan biaya produksi.

“Pernah menghabiskan budget iklan sebulan sampai 100 juta bahkan lebih, tapi sekarang manfaatnya sangat terasa,” jelas Ekky.

Bisnis pemuda lulusan sarjana Administrasi Negara itu terus mengalami perkembangan, dari yang mulanya hanya satu bisnis kini menjadi tiga kategori bisnis, yang pasarnya sudah mencapai luar negeri, seperti Malaysia dan Singapore, Filiphina, Thailand, Brazil, Vietnam.

Bahkan Ekky sudah melakukan kerjasama dengan salah satu market place online ternama di Indonesia. Jumlah karyawan Ekky saat ini sudah mencapai 100 orang.

“Jadi awalnya ESP ini di satu kategori yaitu outdoor equipment. Melihat peluang dan melihat kapasitas produksi terus ditingkatkan, makanya kita bikin kategori baru yaitu home living. Kemudian pas pandemi, awalnya hanya iseng tapi ternyata diterima baik sama tenaga kesehatan, jadi kita produksi APD juga,” tutur Ekky.

“Dari tiga kategori bisnis itu, omset per bulan bisa mencapai Rp400 sampai Rp500 juta,” ungkap Ekky.

Baca Juga: Sektor Ekonomi Lumpuh Selama PPKM, Sekda Kota Bandung Berharap Ada Relaksasi

Tak melulu soal bisnis, Ekky juga membuat program social movement, misalnya berbagi APD gratis ke sejumlah klinik dan rumah sakit, cairan disinfektan ke pemerintah desa, face shield ke petugas pariwisata, sembako, alat-alat outdoor ke lokasi bencana dan yang paling baru adalah membeli tujuh ton sayuran dari petani Desa Cangkuang lalu diberikan secara cuma-cuma kepada Kebun Binatang Bandung.

Baca Juga: Ekonomi Jabar Tumbuh 6,13 Persen di Triwulan II 2021

Kata Ekky, dana yang digunakan itu diambil dari keuntungan margin perusahaan. Kedepannya, Ekky ingin membangun toko di Kabupaten Bandung. Kunci dari bisnisnya adalah fokus kepada produk sendiri.

“Kita jangan menjadi pesaing diantara mereka (pengusaha lain), setiap usaha pasti punya porsinya masing-masing, jadi kita harus percaya diri dengan produk yang kita produksi, pasti ada pembelinya,” pungkas pria yang kini menjabat sebagai ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKB) Kabupaten Bandung.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds