Jabar Targetkan Herd Immunity Terbentuk Akhir 2021

ILUSTRASI : Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada seorang pekerja. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI : Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada seorang pekerja. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemprov Jabar menargetkan herd immunity atau kekebalan kelompok atas Covid-19 dapat segera terbentuk pada akhir tahun ini. Untuk itu, perluasan dan percepatan vaksinasi akan terus diupayakan.


Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menuturkan, kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pembentukan kekebalan kelompok. Keberadaan kegiatan pusat vaksinasi maupun sentra vaksinasi hasil kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak pun dinilai sangat.

“Jabar berupaya mengakselerasi vaksinasi, supaya Desember 2021 bisa selesai vaksinasi kepada seluruh target,” ungkapnya, Selasa.

Pria yang biasa disapa Emil itu mendorong seluruh Pemda Kabupaten/Kota di Jabar terus memasifkan kegiatan pusat vaksinasi maupun sentra vaksinasi. Wilayah aglomerasi Bandung Raya dan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dikatakan menjadi prioritas percepatan vaksinasi Covid-19.

Alasannya, sambung Emil, wilayah itu merupakan epicentrum penyebaran Covid-19. Emil menegaskan, hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

“Memang Bandung Raya, arahan Presiden, itu menjadi prioritas. Karena Jabar epicentrumnya ada di dua zona, Bodebek dan Bandung Raya,” katanya.

Baca Juga: Pasien Bergejala Sedang, Berat dan Lansia Jangan Isoman, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Selain berkolaborasi dengan berbagai pihak, kata Emil, Pemda Kabupaten/Kota diminta memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di puskesmas maupun faskes yang ada di daerahnya.

“Maksimalkan cek puskesmas-puskesmas yang targetnya 50 dalam jangkauan tidak semuanya 50 tolong dipenuhi. Ajak klinik-klinik rumah sakit juga, itu harus dimanfaatkan,” ucapnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bandung Barat Meningkat

Emil meminta agar kepala daerah mulai melakukan vaksinasi ke desa-desa. Pelaksanaannya bisa menggunakan mobil desa agar dapat menjangkau daerah-daerah permukiman desa yang sulit mengakses fasyankes.

“Vaksinasi dengan mobil ke desa-desa, karena Kabupaten Bandung Barat misalkan, mewakili daerah-daerah yang tidak semuanya perkotaan,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds