Distribusi Vaksin dari Pusat Belum Akurat, Emil: Lebih Baik Serahkan ke Provinsi

DISUNTIK VAKSIN: Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswi di SMPN 2 Bandung, Rabu (14/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

DISUNTIK VAKSIN: Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswi di SMPN 2 Bandung, Rabu (14/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBADNUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan, alokasi atau suplai vaksin dari pusat ke daerah dinilai belum akurat. Oleh karenanya, ia meminta agar alokasi vaksin diserahkan ke pemerintah provinsi.


Menurutnya, ketidakuratan suplai kerap menimbulkan ketersediaan vaksin terkendala. Misalnya, kerap terjadi ketimpangan stok, di satu daerah berlebih, daerah lainnya justru kekurangan.

“Kami menemukan analisa sederhana. Kalau ikut rekomendasi Kemenkes, ada 5 kabupaten dan kota yang dalam hitungan lima hari sudah habis,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil, Rabu (4/8/2021).

“Sementara ada juga yang dikasih menurut teori Kemenkes, lampiran, di satu bulan itu belum habis. Maka kami meminta, sudah serahkan ke provinsi,” imbuhnya.

Dalam hematnya, manajemen suplai tersebut harus diperbaiki. Dalam hal ini, manajemen distribusi vaksin, kata Emil, sebaiknya diatur di tingkat pemerintah provinsi dengan harapan suplainya dapat menjadi lebih akurat.

“Daftar alokasi dari kemenkes masih belum 100 persen akurat. Kami mengusulkan agar alokasi vaksin diserahkan kepada provinsi. Kalau ini kita ibaratnya hanya jadi tukang pos, menerima vaksin, kemudian menyalurkan sesuai dafar alokasi,” katanya.

Baca Juga: Mau Masuk Kerja, Syaratnya Harus Punya Kartu Vaksin

“Maka kami meminta udah serahkan ke provinsi, kami yang mengatur distribusi ke daerah berdasarkan kecepatan dan analisa evaluasi kami, termasuk provinsi bisa mebagikan kepada pihak ketiga,” lanjut Emil.

Emil menegaskan, secara teori, kesanggupan fasilitas milik pemerintah seperti puskesmas, klinik hingga rumah sakit hanya sanggup melakukan 60 persen. 40 persen sisanya harus dikeroyok oleh infrastruktur non pemerintah.

Baca Juga: Khusus Penyandang Disabilitas di Jabar, Raja Arab Kirim 121.648 Dosis Vaksin

Hingga saat ini, Emil menyatakan, stok vaksin dari sekitar 10 juta dosis, saat ini tersisa 180.577 vial. Adapun, total jumlah distribusi selama vaksin ada yang tertinggi adalah Kota Bandung 2.547.000 dosis, Kota Bekasi 691 ribu dosis, Kabupaten Bogor 686 ribu dosis, Kota Depok 452 ribu dosis, Kota Bogor 417 ribu dosis.

“Sudah ada arahan dari pemerintah pusat agar aglomerasi didahulukan lebih banyak. Bodebek dan Bandung Raya akan menerima vaksin yang lebih banyak sesuai dengan sebaran kasus,” tandasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds