PPKM Level 4 Diperpanjang, Pengusaha Pariwisata Minta Ini

SUASANA: Suasana salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung sebelum pandemi Covid 19. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

SUASANA: Suasana salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung sebelum pandemi Covid 19. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Sejumlah pengelola objek wisata keluhkan kondisi di masa pandemi Covid-19. Salah satunya kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pengelola objek wisata Glamping Lakeside dan Glamping Legokkondang, Marcel mengatakan, berwisata adalah suatu kebutuhan. Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah untuk duduk bersama dengan para pelaku pariwisata dalam rangka membicarakan nasib pariwisata kedepan.

“Jadi harus ada win-win solution, tapi memang harus ketat prokesnya, karena Covid-19 itu nyata,” ujar Marcel saat dihubungi via telepon, Senin (2/8/2021).

Baca Juga: Sektor Pariwisata Jeblok, Vaksinasi Masih di Bawah 5 Persen

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Marcel mengungkapkan pendapatan wisata turun 100 persen. Sementara penginapan itu dibatasi 50 persen, dimana setiap pengunjung wajib melakukan swab tes dengan hasil yang negatif.

“Pendapatan nol tapi kita tetap harus keluarkan gaji karyawan. Sementara insentif dari Kemenparekraf kita enggak tahu bentuknya gimana, atau nyampainya seperti apa kita enggak tahu,” papar Marcel.

Baca Juga: Objek Wisata Bandung Selatan Ditutup, Belasan UKM Berhenti Produksi

Usai PPKM, Marcel meminta adanya kelonggaran pada objek wisata, namun harus tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Kata Marcel, dalam rangka menegakkan protokol kesehatan itu jangan pandang bulu. Artinya, harus ada ketegasan dari tim satgas.

“Menurut saya seharusnya dilonggarin tapi dengan ketentuan, misalnya kalau mau aman ya vaksin. Orang berwisata itu kebutuhan, menginap di tempat berbeda dari yang biasanya, itu kebutuhan,” pungkas Marcel.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds