AKAR Batal Kibarkan Bendera Putih Usai Diajak Diskusi Pemkot Bandung

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Asosiasi Kafe dan Restoran Indonesia (AKAR) Jawa Barat membatalkan rencana pengibaran bendera putih. Rencana tersebut gagal setelah berdiskusi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait solusi kondisi kafe dan restoran yang mulai mati karena kebijakan pelarangan makan di tempat (dine in).


Ketua Umum AKAR Jabar Arif Maulana mengatakan, aksi pengibaran bendera putih yang direncanakan karena kebijakan Pemkot Bandung mematikan usaha restoran dan kafe.

“Secara hukum, kebijakan daerah itu gak boleh berbenturan sama pusat. Pengibaran bendera (putih) lebih ke mencari perhatian saja,” tutur Arif, Jumat (30/7/2021).

Arif menambahkan, selama dua bulan pasca pelarangan makan di tempat bagi usaha restoran dan kafe, banyak usaha yang tutup karena tidak kuat menanggung biaya operasional. Lebih dari itu, tidak semua usaha kafe dan restoran bisa menyediakan layanan pesan antar atau take away karena kondisi makanan yang tidak memungkinkan.

Contohnya, konsep makanan all you can eat. Mustahil bila makanan tersebut di take away, padahal secara konsep bahan makanan bisa diambil sepuasnya oleh konsumen.

“Dilarang dine in ini mematikan sebagian pendapatan. Karena tidak semua makanan bisa di take away, contohnya all you can eat,” ungkap Arif.

“Pemerintah pengin menyelamatkan nyawa dari corona, tapi membunuh dari perut dan otak, kan jadi stres. Jadi mau sampai kapan? ini harus bekerja sama, diskusi bersama, yuk selesaikan bersama agar tidak menimbulkan kebijakan yang agak konyol,” terangnya.

Arif mengungkapkan, di restoran miliknya, kerugian akibat pelarangan dine in berkisar Rp1,5 hingga Rp2 miliar. Dampak lainnya adalah pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 60 hingga 90 persen.

Baca Juga: Tak Bisa Bertahan, Pengusaha Restoran, Hotel dan Kafe di Bandung Serentak Kibarkan Bendera Putih

Pada konsolidasi tersebut, AKAR Jabar meminta kepada Pemkot Bandung untuk meninjau ulang kebijakan larangan dine in. Katanya, seluruh anggota AKAR Jabar sudah menjalani vaksinasi Covid-19 yang jumlahnya 12 ribu karyawan. Kemudian sebanyak 95 persen anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bandung juga sudah mendapatkan vaksin.

Ini artinya pelaku usaha restoran dan kafe sudah membentuk herd imunity atau kekebalan kelompok yang mana bisa jadi alasan diperbolehkan makan di tempat.

“Artinya kami (pelaku usaha kafe dan restoran) sudah memenuhi kekebalan kelompok. Seharusnya itu bisa jadi opsi diizinkan nih makan di tempat,” imbuhnya.

Baca Juga: Pasien Bergejala Sedang, Berat dan Lansia Jangan Isoman, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Enviromental Sustainability) yang sudah dimiliki mereka juga menjadi alasan, mengapa mereka bersikukuh meminta restoran bisa kembali melayani makan di tempat.

“Kita sudah herd imunity, sudah CHSE juga. Seharusnya sudah bebas dari pembatasan sosial. Itu yang diajukan dari AKAR Jabar,” tandasnya.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds