Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Covid-19 Bisa sampai 2023

BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK menyelenggarakan program vaksinasi bagi para pelajar dan pekerja. (ist)

BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK menyelenggarakan program vaksinasi bagi para pelajar dan pekerja. (ist)

POJOKBANDUNG.com BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang berupaya meningkatkan kapasitas vaksinasi harian. Mulanya hanya 100 ribu vaksin menjadi 400 ribu vaksin dalam satu hari. Tujuannya agar proses vaksinasi massal bisa mencakup seluruh masyarakat.


Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan, jika kapasitas vaksinasi harian tidak ditingkatkan, maka proses vaksinasi Covid-19 di Jabar bisa saja belum selesai hingga 2023 mendatang.

“Kita sudah mau menaikan dari kapasitas 100 ribuan ke 400 ribuan (vaksinasi per hari). Kalau bisa menaikan kapasitas harian tersebut maka seharusnya Desember kita bisa menyelesaikan sesuai target,” ucap Emil sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (29/6/2021).

“Tapi kalau dengan kecepatan sekarang, itu ada kota dan kabupaten bisa beresnya melewati 2022 bahkan melewati 2023,” imbuh Emil.

Kata Emil, untuk menggenjot kapasitas vaksinasi, Pemprov Jabar terus menambah pengadaan pusat-pusat isolasi. Pasalnya, jika hanya mengandalkan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit, puskesmas atau klinik, maka target tersebut sulit tercapai.

Emil melanjutkan, salah satu upaya pengadaan pusat vaksinasi itu dilakukan di sekolah-sekolah dan pesantren yang memungkinkan.

“Dengan kecepatan 400 ribu (vaksinasi per hari) inovasi di Jabar adalah memaksimalkan puskesmas yang jumlahnya sekitar 1.100-an, sekolah yang libur kita pakai sebagai pusat vaksinansi, pesantren,” katanya.

“Mobil vaksin juga sudah mulai dikondisikan, sehingga harusnya bulan Agustus sudah ada akselerasi kenaikan persentase vaksinasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Bantu Penanganan Covid-19, Bupati Bandung Sumbangkan Gajinya

Emil menyampaikan, sejauh ini vaksin yang telah terdistribusi dari pusat untuk Jabar sekitar 10,4 juta vaksin, dari total tersebut sekitar 82 persen sudah dihabiskan. Sementara, untuk sisanya masih dalam proses vaksinasi.

Sebelumnya, Emil mengatakan, pihaknya meminta jatah tiga juta vaksin kepada pemerintah pusat untuk bulan Agustus mendatang. Ia menegaskan, vaksinasi di Jabar akan terus digencarkan guna membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga: Jabar Siapkan Stategi Lacak Covid-19 Berbasis RT

Selain itu, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jabar, tingkat kematian akibat Covid-19 terpantau rendah di daerah-daerah yang tingkat vaksinansinya tinggi, seperti di Kota Bandung dan Cirebon.

“Hasil data di Jabar yang vaksinasinya tinggi kematiannya rendah itu kota Cirebon dna Bandung, sudah di atas 30 mendekati 40 persen, kematiannya itu satu persen,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds