Kebun Binatang Bandung Potong Rusa untuk Pakan Harimau dan Macan

Suasana Kebun Binatang Bandung dari depan. (ist)

Suasana Kebun Binatang Bandung dari depan. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga) berencana memotong angsa dan rusa untuk dijadikan pakan harimau dan macan. Ini menjadi skenario terburuk akibat krisis keuangan seiring penutupan Bazoga saat PPKM di Kota Bandung.


Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafii menyampaikan, dana pakan untuk satwa Bazoga kini hanya tersisa untuk memenuhi kebutuhan pakan sebulan ke depan. Jika PPKM Level 4 kembali diperpanjang, risiko terburuk akan dilakukan.

“Kalau sampai akhir Agustus tetap tutup, September kita sudah krisis. Saat ini pakan masih terpenuhi. Kita punya budget sampai satu bulanan ke depan. Kalau sebulan lagi tetap ditutup, Habis cadangan dana,” ungkapnya saat dihubungi Radar Bandung, Kamis (29/7).

Sulhan menjelaskan, saat ini ada dua harimau sumatera dan empat macam tutul jawa koleksi Bazoga. Dua jenis satwa ini merupakan satwa endemik atau asli Indonesia. Oleh karena itu, pihak manajemen lebih memprioritaskan kelangsungan hidupnya.

“Harus ada skenario menyelamatkan satwa. Itu yang kita selamatkan, macan tutul Jawa dan harimau sumatera dulu. Itu satwa asli dari Indonesia,” katanya.

Untuk kebutuhan pakan, kata Sulhan, dalam sehari dibutuhkan sekitar delapan kilogram daging. Biasanya, daging yang dijadikan pakan adalah kombinasi dari tiga kilogram daging sapi, lima kilogram daging ayam. Dengan jadwal tiga hari makan dan sehari selanjutnya puasa.

“Untuk satwa yang lainnya kita belum tahu, mungkin akan koordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam),” imbuh Sulhan.

Baca Juga: Jabar Siapkan Stategi Lacak Covid-19 Berbasis RT

Sulhan melanjutkan, jika skenario terburuk itu terpaksa dijalankan, terkait pemotongan angsa maupun rusa pihak manajemen nantinya akan berkoordinasi dengan BKSDA.

“Kalau menerapkan skenario terburuk koleksi kita (angsa dan rusa) jadi berkurang,” tutur Sulhan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Covid-19 Bisa sampai 2023

Disinggung terkait bantuan, Sulhan mengaku, selama ini bantuan pakan kebanyakan datang dari pihak swasta, komunitas maupun perorangan.

“Dari pemerintah, Alhamdulillah, belum. Hanya dari swasta, dari komunitas seperti Komunitas burung predator, burung hantu, terus ada juga bantuan dari warga perorangan,” ungkapnya.

“Kita berharap PPKM tidak diperpanjang, kalau diperpanjang akan sangat berat. (Kalau tidak diperpanjang dan Bazoga dibuka kembali) kita akan mematuhi protokol kesehatannya, kita akan melakukan yang terbaik,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds