60 Persen Warga Jabar Isoman di Rumah yang Tidak Layak, Begini Kata Emil

ILUSTRASI: Lia (42) mengantarkan makanan bagi pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di RW 11 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, kemarin.(foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Lia (42) mengantarkan makanan bagi pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di RW 11 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, kemarin.(foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mayoritas warga Jabar yang terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Sayangnya, sekitar 60 persen di antaranya disebut berada di rumah yang tidak layak untuk dijadikan tempat isolasi.


Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Hingga saat ini, pihak Pemprov Jabar disebutkan tengah mendatanya secara lebih pasti.

“Mayoritas (warga yang terpapar Covid-19) ada di rumah. Saya baru ketemu datanya, 60 persen pasien Covid-19 yang di rumah, rumahnya itu tidak layak,” ungkapnya.

“Kita sedang mencari data yang 60 persen yang kurang layak itu,” Emil melanjutkan.

Menurut Emil Sapaan Ridwan Kamil, rumah tidak layak yang dimaksud adalah yang dinilai terlalu sempit untuk dijadikan tempat isolasi. Ruang yang terlalu sempit justru memungkinkan terjadi penularan di antaranggota keluarga, hingga memicu klaster keluarga.

“Karena terlalu kecil, akibatnya yang tadinya bapaknya (yang terpapar), tiba-tiba menularkan ke anak,” kata Emil.

Emil mengakui, hal ini turut menjadi atensi pemerintah pusat. Disampaikan Emil, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, telah meminta agar 60 persen warga yang Isoman segera dilacak untuk kemudian dipindahkan ke pusat-pusat isolasi terpadu.

“Sudah ditugaskan oleh Pak Luhut untuk segera ditracing, ditarik ke pusat Isolasi terpadu,” tegas Emil.

Terkait pengadaan pusat-pusat isolasi terpadu, Emil menegaskan, pihak Pemprov Jabar telah berkolaborasi dengan sejumlah universitas untuk memanfaatkan gedung yang tak terpakai selama pandemi agar bisa ditempati warga yang tengah isoman.

“Kampus UI sudah dipakai dari berbulan-bulan, Unpad sedang persiapan, dan Telkom sedang finalisasi. Semua gedung yang sifatnya asrama kita persiapkan. Pusat-pusat pendidikan di bawah kementerian yang banyak di Jabar juga kita fungsikan,” katanya.

Emil juga menyampaikan, pihak Pemprov Jabar mendapat bantuan ribuan kasur untuk keperluan isoman dari pihak Thailand.

“Alhamdulillah saya dapat sumbangan ribuan kasur, rezeki kita, saya telpon orang Thailand, ternyata dia bersimpati ngirim ribuan kasur minggu ini. Saya ikut konferensi tadi, namanya Global Solidarity, kalau Indonesia sakit, negara lain juga ikut simpati,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds