Objek Wisata Bandung Selatan Ditutup, Belasan UKM Berhenti Produksi

 ILUSTRASI : Seorang pelaku UKM tengah mengolah produk dagangannya. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI : Seorang pelaku UKM tengah mengolah produk dagangannya. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Belasan Usaha Kecil Menengah (UKM) berhenti produksi. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditenggarai menjadi penyebabnya.


Kepala Desa Alamendah, Awan Rukmawan mengatakan, di Desa Alamendah Kecamatan Rancabali ada 14 Usaha Kecil Menengah (UKM). Katanya, karena ada penutupan objek wisata di Bandung Selatan dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat para pelaku UKM tidak melakukan proses produksi.

“Berhenti sekarang, belum mulai lagi. Karena masih ragu ada pengujung atau enggak dengan diperpanjang PPKM ini,” ujar Awan saat dihubungi RadarBandung, Selasa (27/7/2021).

Kata Awan, ada berbagai produk olahan UKM Desa Alamendah Kecamatan Rancabali yang terlibat langsung dengan objek wisata, diantaranya adalah dodol, sirup, kerupuk, bola-bola, teng-teng dan lain sebagainya.

“Yang tadinya mengolah seratus kilogram dodol sekarang mati total dan berhenti. Pas PPKM kemarin terasa sekali (dampaknya), jadi karyawannya diliburkan, wisata sepi,” tutur Awan.

Baca Juga: Sekda Definitif Kabupaten Bandung Masih Teka-Teki, Ini Tiga Calon Kuat

Karyawan objek wisata yang terdampak Covid 19, kata Awan, diminta untuk mengakses bantuan yang dari Provinsi Jawa Barat. Adanya kebijakan perpanjangan PPKM dengan kategori level 4, dimana aturannya boleh dibuka namun dengan kapasitas 50 persen dan ketat menerapkan protokol kesehatan, diharapkan bisa mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan bisa beraktivitas kembali.

“Desa Alamendah sebagai destinasi wisata. Kalau sekarang PPKM level 4 ada kelonggaran dan kegiatan lagi sehingga harapannya tidak terlalu terasa dampaknya,” jelas Awan.

Baca Juga: Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bandung Menipis

Awan berharap kebijakan pembatasan itu tidak terlalu lama dan meminta pemerintah untuk bisa mengantisipasi dampak yang ditimbulkan agar kondisinya bisa kembali normal.

“Untuk ke pemerintah sendiri, kami sebagai yang melihat situasi di lapangan, tolong dilihat dulu dengan zonasi, kalau dalam suatu wilayah itu masih aman atau zona hijau,” pungkas Awan.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds