Jabar Siapkan Stategi Lacak Covid-19 Berbasis RT

VIRTUAL: Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri Kajian Virtual Majelis Taklim Pakuan Juara via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (11/7/2021). (IST)

VIRTUAL: Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri Kajian Virtual Majelis Taklim Pakuan Juara via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (11/7/2021). (IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemprov Jabar menyiapkan strategi pelacakan dan pengetesan berbasis RT/RW. Nantinya, satu RT minimal harus ada satu pelacak atau tracer yang berasal dari kader karang taruna, PKK, hingga relawan yang dilatih.


Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan, secara keseluruhan terdapat sekitar 262.388 RT di Jabar, artinya dibutuhkan 262.388 tracer lapangan. Selain tracer lapangan, dibutuhkan pula tracer digital sebanyak 1.100 orang sebanding dengan jumlah puskesmas di Jabar yang mencapai ada 1.100 unit.

Secara teknis, tracer lapangan akan melacak kontak erat dari kasus positif yang terkonfirmasi. Selanjutnya, Tracer lapangan melaporkannya ke babinsa/bhabinkamtibmas untuk diteruskan ke tracer digital yang berdiam di puskesmas.

Dari tracer digital, data akan dilaporkan ke koramil–kodim–kodam sampai akhirnya bermuara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator percepatan pelacakan dan testing ini.

“Tracer di Jabar satu RT satu orang. Kedua tracer lapangan bisa satu atau dua orang dan tugasnya bisa berinisiatif, dengan atasannya tracer digital. Nah itu, kemudian pastikan mereka (tracer digital) paham cara mengisi digital,” ujar Emil sapaan Ridwan Kamil, Selasa (27/7/2021).

Emil menegaskan, penguatan pelacakan ini diperlukan guna menekan laju penularan terutama dengan kehadiran virus Covid-19 varian delta.

“Kita di lapangan yang paling penting mencari orang sakit dan memisahkannya dengan orang yang sehat. Jumlah relawannya sudah memadai, ini mungkin menjadi penyemangat kita semua,” katanya.

Baca Juga: Pengusaha Aceh Sumbangkan Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Ketua TP PKK Provinsi Jabar, Atalia Ridwan Kamil menambahkan, sejauh ini tercatat sudah ada sekitar 200 ribu kader PKK yang terlatih dan tengah difokuskan pada penajaman mengenai teknis pelaporan.

“Laporan terakhir sudah ada 200 ribuan kader PKK yang siap jadi tracer, itu sudah by name by addres,” sebutnya.

Baca Juga: Bantu Penanganan Covid-19, Bupati Bandung Sumbangkan Gajinya

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Jabar, Raden Subchan Daragana menyamakan, sekitar 10.300 anggota karang taruna siap diterjunkan untuk menjadi tracer lapangan.

“Itu sudah by name by addres, dilakukan lewat google form. Kami masih menunggu bagaimana alur informasinya,” katanya.

Sementara untuk tracer digital, sudah ada tenaga dari Kodam III Siliwangi yang sudah dilatih. “Kami sudah ada tracer digital 470 personel. Tracer digital posisi ada di puskesmas dan mereka akan menerima laporan dari tracer lapangan,” pungkas Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds