Jembatan Penghubung Dayeuhkolot-Baleendah Rusak, DBMPR Jabar Diminta Segera Turun Tangan

SUASANA: Suasana penutupan jalan di jembatan penghubung Baleendah-Dayeuhkolot.(ist)

SUASANA: Suasana penutupan jalan di jembatan penghubung Baleendah-Dayeuhkolot.(ist)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Jembatan penghubung Jalan Dayeuhkolot-Baleendah rusak. Keretakan di jembatan tersebut dikhawatirkan bisa mencelakakan warga.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Agus Nuria meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat segera melakukan perbaikan pada jembatan penghubung Jalan Dayeuhkolot-Baleendah Kabupaten Bandung.

Diketahui, jembatan tersebut mengalami keretakan di bagian sisi kiri bawah. Sehingga ruas jalan yang melintasi Sungai Citarum dan mengarah ke Baleendah tersebut saat ini telah ditutup sementara untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ya pasti mereka juga akan sesegera mungkin (memperbaiki), karena kan jembatan yang tadinya dua arah, jadi hanya satu arah saja,” ujar Agus saat dihubungi RadarBandung, Sabtu (24/7/2021).

Jembatan tersebut, ungkap Agus, memang kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehingga, DPUTR Kabupaten Bandung tidak memiliki kewenangan dan bisa mengintervensi.

“Justru nanti dari media dan masyarakat yang bisa mempercepat mereka untuk bekerjanya,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan DBMPR Provinsi Jawa Barat dan sudah dilakukan penelitian ke lapangan.

“Sementara ini karena harus asesmen dulu, apakah layak atau tidak,” ungkapnya.

Asesment tersebut dilakukan oleh tim ahli bidang jembatan dari DBMPR Provinsi Jawa Barat. Setelah asesmen akan diketahui langkah yang harus dilakukan terhadap jembatan tersebut.

“Apakah itu harus dibongkar seluruhnya atau mungkin direhab saja, apakah itu retak di luar atau memang retak struktur. Itu yang kita enggak tahu, nanti asesmen yang bilang. Mudah-mudahan hanya retak luar, bukan struktur, atau mungkin nanti ada penunjang di atasnya bikin balok lagi,” tutur Agus.

Baca Juga: Sekda Definitif Kabupaten Bandung Masih Teka-Teki, Ini Tiga Calon Kuat

Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Tedi Rusman mengatakan sudah ada personil yang siapkan untuk mengatur lalu lintas di jalur penutupan tersebut. Tedi menjelaskan ada dua jembatan, dimana masing-masing jembatan untuk satu arah, dan karena ada keretakan di satu jembatan maka kini satu jembatan digunakan untuk dua arah lalu lintas kendaraan.

“Yang asalnya satu jembatan satu arah, sekarang satu jembatan dua arah,” ujar Tedi.

Baca Juga: Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bandung Menipis

Alasan penutupan jalur tersebut, kata Tedi, adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena memang kondisinya sudah retak. Jadi lebih baik ditutup sembari menunggu penilaian dari instansi terkait. Sementara terkait kemacetan, kata Tedi, dikarenakan masih ada masyarakat yang belum mengetahui mengenai penutupan jalan itu.

“Kalau kemacetan karena baru mengetahui ada itu (penutupan), tapi sehari sampai dua hari masyarakat sudah mengetahui bahwa jembatan itu ditutup, jadi mungkin nanti akan lancar,” ungkapnya.

“Untuk warga Dayeuhkolot khususnya yang akan mempergunakan jalan jembatan Citarum yang saat ini kami tutup, mohon maklum untuk keselamatan kita semua, sementara jembatan itu kami tutup dulu sampai perbaikan dari pihak instansi terkait,” pungkas Tedi.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds