TPU Khusus Covid-19 di KBB Sepi Peminat, Baru Diisi 34 Jenazah

ILUSTRASI: Pemakaman pasien covid-19 di Bandung (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Pemakaman pasien covid-19 di Bandung (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIPATAT – Tanah seluas 1,5 hektare di Desa Rajamandala, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dijadikan sebagai tempat pemakaman khusus pasien Covid-19 baru terisi 34.


Camat Cipatat Iyep Tamchur Rahmat mengatakan, lahan seluas 1,5 hektare tersebut hingga saat ini masih banyak yang kosong karena banyak keluarga yang memilih untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19 di pemakaman terdekat.

“Sampai kemarin (Rabu) baru 34 jenazah Covid-19 yang dimakamkan disini, masih sedikit karena tidak semua keluarga pasien Covid-19 yang meninggal ingin jenazahnya dimakamkan di sini,” katanya, Jumat (23/7).

Ia menambahkan, tidak sedikit keluarga pasien yang enggan memakamkan keluarganya tersebut lantaran lokasi yang cukup jauh. Dengan begitu, pihak keluarga memilih tempat pemakaman di tempat domisili.

“Misalnya orang Cililin kan jauh, jadi lebih memilih dimakamkan di tempatnya masing-masing, apalagi untuk yang punya makam keluarga,” katanya.

Selain itu, sarana dan prasarana di tempat pemakaman tersebut masih kurang memadai. Salahsatunya tidak adanya penerangan di sekitar TPU tersebut.

“Banyak jenazah yang batal dimakamkan saat malam hari di TPU khusus Covid-19 tersebut karena petugasnya pasti mengalami kesulitan saat melakukan pemakaman malam hari,” katanya.

Sementara itu, pihaknya pun mengeluhkan terkait APD yang diperuntukkan bagi petugas pemakaman. hingga saat ini baru ada 20 orang warga yang menjadi petugas pemakaman.

“Terkait tidak ada penerangan, dari Pemda sendiri rencananya mau dialokasikan dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT), tapi akan diutamakan untuk pengadaan APD, peti jenazah sama kantong jenazah dulu,” pungkasnya. (kro)

Loading...

loading...

Feeds