Tolak PPKM Darurat, Pendemo Kok Malah Rusak Fasum Kota Bandung

UNJUK RASA: Pendemo penolakan PPKM Darurat di Bandung diamankan di halaman Gedung Sate, Rabu (21/7/2021). (ist)

UNJUK RASA: Pendemo penolakan PPKM Darurat di Bandung diamankan di halaman Gedung Sate, Rabu (21/7/2021). (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung mencatat, ada 10 pot bunga besar dan beberapa fasilitas umum (fasum) yang rusak, buntut dari aksi unjuk rasa penolakan PPKM Darurat di Kota Bandung pada Rabu(21/72021).


“Pot bunga yang besar tercatat ada di sepanjang Jalan Ir Djuanda, itu rusak,” ujar Kepala (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Dharmawan kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Dadang mengatakan, Jalan Ir Djuanda merupakan kawasan yang diperhatikan karenanya pihaknya selalu memastikan sarana dan prasarana di kawasan tersebut terawat dengan baik.

“Jadi, saat sebelum demo, kami dapat memastikan kondisi pot bunga dan Sapras di sana bagus,” jelas Dadang.

Baca Juga: Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bandung Menipis

Untuk itu, lanjut Dadang, pihaknya akan melakukan perbaikan. Selain di kawasan Jalan IR H Djuanda, demonstran juga melakukan pengrusakan di kawasan taman Balai Kota Bandung.

Demonstran melakukan aksi vandalisme dan merusak sarana dan prasarana di Balai Kota. Atas aksi pengrusakan itu, Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

“Kami sangat menyayangkan mereka melakukan pengrusakan. Apa hubungannya antara menyampaikan aksi dengan merusak fasilitas umum,” sesalnya.

Baca Juga: 350 Ribu Anak Terpapar Covid-19, 777 Meninggal Dunia

Yana mengatakan pihaknya tidak melarang kalau warga Kota Bandung ingin menyampaikan aspirasi. Asal disampaikan dengan cara yang santun.

“Kami tidak menyumbat aspirasi. Jadi untuk apa melakukan aksi demo apalagi sampai pengrusakan,” tuturnya.

“Saya juga heran kenapa mereka melakukan aksi demo. Padahal mereka sudah diterima oleh pimpinan kota, seperti Walikota, Dandim dan Kapolres dan kita juga sudah sepakat akan menunggu kebijakan dari pusat,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds