Meski Pandemi, Sektor Pertanian Menjanjikan untuk Dapat Penghasilan

BERTANI - Petani milenial memeriksa tanaman brokal di lahan pertanian desa Sutenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

BERTANI - Petani milenial memeriksa tanaman brokal di lahan pertanian desa Sutenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pertanian dinilai menjadi solusi yang tepat untuk mendapatkan penghasilan, ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan.


Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan, pertanian di era pandemi Covid-19 itu sebetulnya kegiatan yang tidak memerlukan persyaratan, seperti pendidikan atau skill. Dengan demikian, pertanian bisa menjadi salah satu ruang lingkup pekerjaan yang terbuka untuk semua pihak.

“Jadi katakanlah misalnya orang punya kemampuan, kemudian dia juga punya kesenangan kearah pertanian, itu akan terbuka lebar, termasuk yang tidak punya skill pun bisa jadi buruh tani dan sebagainya,” ujar Tisna di Soreang, Jumat (23/7/2021).

Karena ruang lingkup pekerjaan di sektor lain saat ini sedang sulit, kata Tisna, otomatis akan mengejar kepada sektor pertanian. Untuk minat masyarakat terhadap bidang pertanian, menurut Tisna, itu sifatnya kualitatif.

“Tapi kalau lihat angka yang sekarang masih bertahan di pertanian, ya pasti minatnya juga bertahan,” jelasnya.

Sebanyak 40 persen dari total jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bandung itu melakoni pekerjaan di bidang pertanian. Tisna mengungkapkan bahwa kegiatan di bidang pertanian itu bukan hanya bercocok tanam saja, tapi juga ada bisnisnya, tukang hingga buruh taninya.

Untuk luas lahan pertanian yang ada di Kabupaten Bandung, berdasarkan angka riil di lapangan itu sebesar 31 ribu hektar. Namun jika berdasarkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B itu peruntukkannya sekitar 20 ribu hektar. Kata Tisna, lahan peruntukan dan kondisi riil di lapangan itu berbeda.

“Misalnya di Soreang itu sudah beralih fungsi, dari yang peruntukan pertanian menjadi perkantoran, jasa dan bisnis. Tapi kondisi di lapangannya itu masih ada sawah,” ungkap Tisna.

Tisna menuturkan pertanian itu harus siap mengikuti keinginan jaman, baik yang nasih tradisional atau yang sudah menggunakan sistem digital.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Pengunjung Mal di Kota Bandung Masih Sepi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah menyampaikan, kunjungan masyarakat ke mal di Kota Bandung masih landai. Meski …

3,42 Juta Guru Sudah Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis 1

POJOKBANDUNG.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan, vaksinasi Covid-19 untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) akan dipercepat. Target …