PPKM Darurat Diperpanjang, Lina Ruslinawati Serap Aspirasi Warga

POJOKBANDUNG.com BANDUNG – Menanggapi keputusan pemerintah pusat untuk memperpanjang PPKM Darurat sampai akhir Juli 2021, Anggota DPRD Jabar dari Dapil Jabar V, Lina Ruslinawati menyampaikan rasa prihatinnya, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah.


“Kalau yang punya gaji tetap, mungkin tidak terlau terasa. Tapi kalau yang tidak punya gaji tetap, itu tentu sangat menghawatirkan,” ujar Anggota Legislatif yang mewakili masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi ini.

Lina mengatakan, dirinya sebagai anggota legislatif juga tidak bisa berbuat banyak. Mengingat jika dalam kondisi normal bisa bertemu warga dengan leluasa. Sementara sekarang sangat terbatas. Sehingga Lina mengaku dirinya tidak bisa menyampaikan bantuan dengan lelusa kepada masyarakat.

“Ya kalau kesempatannya ada, kami sebagai anggota legislatif sangat mau membantu warga dengan berbagi sedikit rejeki yang kami miliki,” terang Lina.

Sayangnya, Lina sendiri merasa khawayir dengan kondisi yang tidak menentu sekarang ini. Lina mengatakan, jika dirinya dibekali alat pelindung diri (APD) yang lengkap, tentu bersedia bertatap muka langsung dengan masyarakat.

“Tapi, sekarang berkerumun juga menimbulkan masalah, karena dilarang,” tambahnya.

Meski demikian, Lina mengakalinya dengan mengunjungi kebun dan ladang milik warga. Dimana warga masih bisa ditemui, walau dengan jarak yang cukukp jauh.

“Kalau warga pedesaan yang bermata pencaharian petani dan berladang, mereka tidak terlalu terpengaruh jika dilihat dari aktfitas pekerjaan. Meskipun mereka tetap terganggu secara ekonomi,” paparnya.

Bahkan, lanjut Lina, bagi warga pedesaan wabah covid-19 tidak terlalu membahayakan. Mereka bisa dengan tenang berkumpul di sawah dan ladang dan menganggap virus covid bisa mati dengan pestisida yang mereka semprotkan ke tanaman.

“Sayangnya mereka lupa, bahwa virus bisa dibawa oleh masyarakat kota yang datang ke desa,” tambahnya.

Lina mengatakan, di saat PPKM darurat ini pun, banyak warga Jakarta yang lolos penutupan jalan dan sampai ke wilayah pedesaan.

“Mereka bisa saja membawa virus covid dan membahayakan orang di pedesaan,” tuturnya.

Menurut Lina, dengan bertemu warga meski dengan segala keterbatasan ini, Lina mengaku dirinya bisa menerima aspirasi dari masyarakat.

Untuk mayarakat pedesaan yang bisa ke ladang, kesulitan yang mereka hadapi selama PPKM ini adalah pendistribusian barang hail panen. Sehigga hasil tani yang mereka hasilkan tidak bisa terjual.

Di kalangan pedagang, hambatan distribusi ini juga menjadi kendala, karena banyak permintaan dari warga, namun tidak bisa terpenuhi karena barang dari petani tidak ada.

“Dengan kondisi ini, perekonomian warga sangat terancam,” tuturnya.

Lina mengatakan harapan warga yang ingin mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Namun, hal ini bukan hal mudah, mengingat kondisi keuangan pemerintah daerah juga sedang devisit.

Disisi lain, kinerja pemerintahan juga terhambat dengan kondisi seperti ini. Lina mengatakan, jika ada kebijakan yang harus diambil, sangat tidak efektif jika harus dilakukan rapat secara daring.

“Terutama jika ada pembahasan anggaran, tidak akan efektif jika melakukan rapat seara daring,” tambahnya.

Keluhan warga juga banyak mengenai kesulitan mereka terkait pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari. Lina mengatakan, jika diambil hikmahnya, kepatuhan warga terhadap kebijakan PPKM Darurat ini merupakan cara untuk berjuang melawan pandemi.

Menurut Lina, dengan berdiam diri di rumah, menahan semua rasa bosan dan jenuh di rumah, merupakan cara untuk berjuang.

“Kalau dulu para pahlawan kita berjuang melawan penjajah, kita sekarang berjuang tidak perlu mengangkat senjata,” paparnya.

Meskipun untuk itu, diperlukan pemahaman yang tinggi dari warga, karenanya, Lina menilai akan lebih baik jika masyarakat diberikan pemahaman dengan cara persuasif.

Untuk itu, Lina sendiri berharap pemerintah bisa mencarikan solusi untuk masalah pandemi ini. Jangan sampai setelah PPKM diperpanjang, namun tidak menyelesaikan masalah covid-19 ini, jangan sampai setelah PPKM Panjang, tapi ada varian baru lagi dan pemerintah tidak bisa menngatasinya, apalagi harus kembali mengulang PPKM. Sehingga lama-lama masyarakat jadi benar-benar kesal,” harap Lina.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds