Jelang Iduladha, Jumlah RPH di Kabupaten Bandung Belum Memadai

MENINJAU : Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau Rumah Potong Hewan di Katapang, Sabtu (17/7). (FOTO: FT-FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

MENINJAU : Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau Rumah Potong Hewan di Katapang, Sabtu (17/7). (FOTO: FT-FIKRIYA ZULFAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, KATAPANG – Ketersediaan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Bandung masih belum memadai untuk mendukung pelaksanaan pemotongan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.


Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengimbau pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan di RPH. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerumunan dan menjaga kesehatan daripada hewannya itu sendiri, dan itu sudah diatur dalam surat edaran Menteri Agama, apalagi Kabupaten Bandung menjadi wilayah yang tengah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

“Kalau dilihat, ada 20 ribu sapi yang sudah diperiksa, mungkin lebih karena Kabupaten Bandung ini luas,” ujar Dadang saat wawancara di Soreang, Sabtu (17/7).

Namun sayangnya, di Kabupaten Bandung sendiri hanya terdapat 8 RPH, dimana rata-rata satu RPH hanya bisa memotong 300 ekor saja dalam satu hari.

“Persoalannya, apakah RPH ini memadai untuk tempat pemotongan hewan yang akan di kurbankan, nah ini lagi kita hitung. Rata-rata, RPH itu per hari bisa memotong 300 ekor, kalau dikali delapan berarti 2.400 an per hari.

Ditambah tiga hari tasyrik, berarti dikali empat hari itu sekitar 12 ribuan ekor. Berarti ada kekurangan yang harus kita penuhi, nanti lihat petunjuk lebih lanjut,” tutur Bupati.

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung sendiri sudah melakukan pengecekkan terhadap kondisi hewan kurban yang akan dikurbankan, dari sisi kesehatan dan lainnya. Kata Dadang, jika kondisinya sehat dan memenuhi sejumlah syarat maka akan ditempeli stiker.

“Ada labelnya, itu layak dan bisa disembelih, sehingga tidak ada penyakit dan sehat,” pungkas Dadang.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds