Begini Tata Cara Salat Iduladha di Rumah, Berikut Penjelasan Kemenag Kota Bandung

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelaksanaan Salat Iduladha pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun ruang terbuka. Salat Idul Adha hanya boleh dilaksanakan di rumah.


Hal tersebut sebelumnya telah di atur melalui Edaran yang dimaksud adalah edaran Menteri Agama No SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di wilayah yang menerapkan PPKM Darurat.

Sehubungan dengan itu, Kemenag Kota Bandung telah menyampaikan mengenai tata cara Salat Iduladha di rumah. Panduan ini didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020.

Sebagaimana dari pengumuman dari Kemenag Kota Bandung yang diterima Radar Bandung, Minggu (18/7/2021), disampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idul Adha di rumah dapat dilakukan secara berjamaah atau sendiri (munfarid).

Sementara itu, terkait jumlah orang yang melakukan Salat Idul Adha di rumah minimal dilaksanakan empat orang, saat orang imam dan tiga lainnya sebagai makmum. Terkait khutbah, disampaikan bahwa imam dapat menyampaikan khutbah ataupun tidak.

Sementara untuk yang melakukan secara munfarid atau sendiri, setelah salat tidak diteruskan dengan khutbah. Di samping itu, untuk rukun Salat lainnya dilakukan sebagaimana biasanya seperti dari mulai niat hingga membaca salam.

Sebelumnya, Sekretaris MUI Jabar, Rafani pun telah mengimbau terkait peniadaan salat Iduladha berjamaah di masjid.

“Jadi Salat Idul Adha, MUI sudah memberikan arahan bahwa memang kami meminta supaya ditiadakan (di masjid). Karena apalagi dengan varian baru, varian delta ini cepat penularannya. Jadi ini demi untuk keselamatan semuanya,” ungkapnya.

Di samping salat Idul Adha berjamaah, rangkaian ibadah Idul Adha lainnya yang mesti diperhatikan adalah pelaksanaan kurban. Rafani menyampaikan, pemotongan hewan qurban diketahui berpotensi untuk menimbulkan kerumunan.

Oleh karena itu, panitia penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha nanti harus berkoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat dari sekarang.

“Penyembelihan hewan qurban ini juga kan mengundang banyak orang. Kami sudah menekankan panitia harus dari sekarang koordinasi dengan Satgas. Dicari jalan keluar supaya tidak model dulu,” ungkapnya.

Saat disinggung anjuran penyembelihan hewan qurban hanya dilakukan di rumah potong hewan, Rafani mengakui bahwa hal tersebut mungkin akan kurang efektif, mengingat antusias masyarakat untuk berqurban dinilai akan tinggi.

“Kalau memungkinkan di rumah potong hewan itu lebih bagus tapi kan kapasitasnya terbatas sedangkan penyembelihan hewan qurban itu massif, banyak, serta orang mengejar keafdolannya yaitu tanggal 10 dari mulai waktu Dzuhur. Jadi, kalaupun mau di potong di tempat biasa silakan tapi prokes harus ketat,” katanya.

Di samping itu, Rifani juga mengimbau agar penyembelihan hewan tidak terpusat di satu tempat saja, tapi dipecah untuk menghindari kerumunan yang massif.

“Kalau terlalu banyak yang qurbannya sudah jangan semua di situ, di satu tempat. Dipecah. Dibagi tempat, kirim ke daerah mana-daerah mana,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds