Selama PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kota Bandung Alami Peningkatan

SEPI: Warga melintas di depan toko yang tutup di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (11/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

SEPI: Warga melintas di depan toko yang tutup di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (11/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Selama diberlakukannya PPKM Darurat, Kota Bandung mengalami peningkatan angka positif aktif Covid-19. Berdasarkan data pada 3 Juli 2021, kasus harian mencapai 300, kemudian kasus aktif ada 3.176. Sedangkan data 15 Juli 2021, kasus harian mencapai 343 dan kasus aktif mencapai 5.630.


Hal itu diungkapkan Walikota Bandung, Oded M Danial usai rapat terbatas dengan Forkopimda terkait evaluasi PPKM Darurat.

“Jadi Kota Bandung masih dalam zona merah,” tegas Oded dalam Jumpa Pers melalui virtual, Jumat (16/7/2021).

Oded menyebut, selama masa PPKM Darurat di Kota Bandung angka mobilitas masyarakat masih tinggi. Karena itu angka penularan juga masih tinggi. Menurut Oded selama PPKM hanya bisa menekan mobilitas sekitar 30 persen.

“Tingginya angka positif aktif juga karena penelusuran dan masyarakat yang melaporkan dan melakukan tes mandiri,” jelas Oded.

Oded mengatakan, untuk sementara pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Bandung akan dilaksanakan hingga 20 Juli mendatang.

“Ke depan, kita masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat seperti apa. Namun dengan tanpa mengesampingkan kebijakan lokal sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan,” jelas Oded.

Data selama PPKM Darurat diberlakukan, angka terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 29.992 atau naik 4.39.7. Dengan angkasa positif aktif sebanyak 5.630 atau naik sebanyak 2.454.

Sedangkan untuk Data kesembuhan sebanyak 23.563 atau naik 1.727, dan angka meninggal dunia sebanyak 799 atau naik 216. Untuk angka Bed Occupancy Rate (BOR) sebanyak 90.47 persen.

“Makanya kita menambah kapasitas di rumah sakit. Selain itu, kami juga tengah mengusahakan ada tambahan rumah sakit khusus penanganan covid-19. Rencananya di g dung eks-RSKIA Astana Anyar,” jelasnya.

Baca Juga: Gratis 2 Paket Obat Covid-19 Saat Isoman, Bisa Pesan Via Telemedicine

Untuk itu Oded beserta aparat kepolisian akan mengevaluasi sejauh mana efektivitas penyekatan dan penutupan jalan yang diberlakukan sekarang.

“Kalau sebelumnya, kita melihat bahwa penutupan jalan sangat efektif untuk menekan angka mobilitas masyarakat, yang berefek pada penurunan angka penyebaran Covid-19. Sementara sekarang, hal tersebut sudah tidak terlalu efektif,” paparnya.

Baca Juga: Ini 8 Obat yang Resmi Diizinkan BPOM untuk Obat Terapi Pasien Covid-19

Disinggung mengenai kesiapan Kota Bandung jika PPKM diperpanjang, Oded mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Halnya dengan pelaksanaan solat Iedul Adha, Oded mengatakan tidak melarang, hanya saja harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Demikian juga dengan proses penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban, harus memperhatikan protokol kesehatan. Yang ada di lokasi penyembelihan, hanya panitia saja,” terangnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds