Ridwan Kamil Titipkan Pesan Ini kepada Pelajar Jabar

DISUNTIK VAKSIN: Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswi di SMPN 2 Bandung, Rabu (14/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

DISUNTIK VAKSIN: Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswi di SMPN 2 Bandung, Rabu (14/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil, menyampaikan empat pesan kepada pelajar membuka Tahun Ajaran 2021-2022 dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi Siswa Baru secara virtual di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (15/7/2021).


Empat pesan yang disampaikan Emil tersebut berkaitan dengan potensi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 mendatang atau saat seabad tahun Indonesia merdeka.

Ia menegaskan kemajuan Indonesia berada di tangan anak-anak muda. Disampaikan, Indonesia dinilai memiliki bonus demografi atau sebagian besarnya masyarakat berusia produktif pada 2045.

“Tahun 2045 itu 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia bisa jadi juara dunia atau bisa jadi kalah. Kalau jadi juara dunia, anak-anaknya harus punya skill yang kompetitif skill yang produktif karena 70 persen warga Indonesia di 2045 adalah anak-anak muda,” ujarnya.

Adapun, empat hal yang menurutnya harus dimiliki oleh anak-anak Jawa Barat guna menjelang masa mendatang yaitu pertama, harus memiliki fisik kuat.

“Stunting adalah penyakit gagal tumbuh karena makannya tidak bergizi. Jangan makan kebanyakan micin, jangan makan kebanyakan yang tidak bergizi. Jadi anak-anak Jawa Barat harus sehat-sehat tidak harus semuanya seperti Ade Rai, yang penting sehat kuat kalau diajak lari jagoan,” katanya.

Kedua, otak yang cerdas. Emil, meminta agar anak-anak Jawa Barat tidak berhenti belajar dimanapun dan dengan media apapun.

“Belajarlah di mana pun, di kelas, lewat google, lewat wikipedia, lewat youtube yang penting mau belajar,” kata Emil.

Anak-anak Jawa Barat juga harus memiliki akhlak yang baik atau Emotional Quotient (EQ). Akhlak yang baik bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti, menolong orang-orang yang sedang kesusahan.

“Ketiga harus punya akhlak yang baik atau EQ. Kalau ada antrean ikut ngantre, kalau ada orang susah ditolong, kalau ada nenek- nenek mau nyebrang,” kata Ridwan Kamil.

“Terakhir, nilai ke empatnya yaitu ahli ibadah. Percuma baik, sehat, pintar tapi tidak solat tidak ngaji tidak ibadah ke rumah ibadah. Oleh karena itu empat nilai kualitas anak-anak Jawa Barat satu badanya harus sehat, otaknya harus cerdas, hatinya harus berakhlak, rajin ibadah,” katanya.

Emil menegaskan, tak ingin anak-anak muda Jawa Barat menjadi beban negara. Justru, anak-anak muda yang ada di Jawa Barat harus menjadi mesin dan pahlawan bagi negara.

“Saya tidak mau anak-anak muda ini menjadi beban negara harusnya menjadi mesin negara. Anak-anak muda bukan menjadi pengemis ke negara tapi harusnya menjadi anak-anak muda yang jadi pahlawan untuk negara,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds