Penjual Hewan Kurban di Bandung Wajib Punya Surat Bebas Covid-19

ILUSTRASI: Salah satu penjual hewan kurban menjelang idul adha. (IST)

ILUSTRASI: Salah satu penjual hewan kurban menjelang idul adha. (IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi penurunan atau peningkatan angka penjualan hewan kurban tahun ini.


“Kami tidak bisa memprediksi apakah penjualan hewan kurban naik atau turun tahun ini,” ujar Gin Gin.

Meski demikian, Gin Gin mengatakan, pihaknya menambah jumlah kalung sehat untuk hewan kurban tahun ini sebagai bentuk antisipasi jika ada kenaikan penjualan.

“Kalau taun lalu kami mencetak kalung sehat untuk hewan kurban sekitar 24 ribu kalung sehat. Sementara tahun ini kami mencetak sekitar 30 ribu kalung sehat,” papar Gin Gin.

Seminggu sebelum hari Raya Iduladha, Gin Gin mengatakan, timnya sudah memeriksa hewan kurban yang dijual. Namun dari pantauan di lapangan meski sudah ada penjual hewan kurban, namun memang belum banyak.

“Biasanya penjual akan banyak masuk ke Kota Bandung pada H-3,” jelasnya.

Untuk hewan qurban yang datang dari luar kota, Gin Gin mengatakan, mereka harus menunjukan surat sehat hewan. Di sisi lain, para penjual juga harus bisa menunjukkan surat bebas Covid-19, dan selama berjualan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau menunjukkan surat sehat hewan, sudah menjadi salah satu syarat hewan masuk Kota Bandung dari dulu. Jadi ya harus bisa menunjukkan dokumen tersebut,” tambahnya.

Menurut Gin Gin pihaknya juga berkoordinasi dengan Kewilayahan, agar para penjual hewan qurban tidak melanggar aturan. Halnya dengan teknis pemotongan hewan qurban, Gin Gin mengatakan himbauan agar tidak ada yang menyaksikan proses pemotongan hewan qurban.

“Selain itu, untuk proses pemotongan juga harus menerapkan protokol kesehatan yang tinggi,” imbuhnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Bandung sebagai pelayanan kepada masyarakat yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban adalah, dengan imbauan agar warga memotong hewan qurban di RPH.

Untuk warga yang berminat memotong hewan kurban di RPH akan dikenakan biaya retribusi RPH sebesar Rp35 ribu per ekor untuk sapi.

“Biaya tersebut di luar biaya potong untuk petugas potong,” terangnya.

Namun, sebelumnya bagi masyarakat yang ingin menitipkan hewan kurban di RPH harus melakukan pendaftaran. Agar bisa diatur jadwal pemotongannya.

“Mengingat pemotongan hewan qurban waktunya terbatas, hanya bisa di hari tasrik dan kebanyakan warga ingin proses pemotongan pas hari lebaran, agar bisa segera dibagikan. Nah yang begitu kan harus diatur jadwalnya,” terang Gin Gin.

“Apapun pilihannya, kami mengingatkan agar warga lebih taat aturan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds