Kejar Terget, Pemkab Bandung Minta Pemerintah Percepat Pengadaan Vaksin

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Pemerintah Kabupaten Bandung meminta, pasokan vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan dan Provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan target 31 ribu vaksinasi per hari.


Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menyediakan tenaga kesehatan sebanyak 20 tim, yang akan memberikan vaksin kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

“Pada Desember 2021, pemerintah daerah dengan TNI, Polri bersepakat, minimal 80 persen warga Kabupaten Bandung bisa melaksanakan vaksinasi Covid 19,” ujar Dadang saat dihubungi via telepon, Rabu (14/7/2021).

Saat ini, ia mengungkapkan, Kabupaten Bandung hanya disupport 2.000 vial atau sekitar 20 ribu dosis vaksin. Jumlah tersebut masih dianggap kurang maksimal.

“Ketersediaan harus dimaksimalkan, sehingga mohon bantuan dan support untuk pengadaan vaksinnya,” kata Dadang.

Berdasarkan evaluasi dengan Menko Maritim dan Investasi, peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Barat itu meningkat namun tingkat kesembuhannya lebih tinggi sementara keterisian tempat tidur mencapai 82 persen.
Sementara itu, terkait wacana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah pusat.

Kabupaten Bandung sendiri rencananya akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (pilkades) di 49 desa pada 28 Juli mendatang. Jika PPKM Darurat diperpanjang, Dadang mengungkapkan berdasarkan surat dari Mendagri tertulis selama PPKM darurat itu tidak ada pelaksanaan Pilkades Serentak maupun Pilkades PAW.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Ami menyatakan, vaksinasi Covid-19 harus melibatkan semua pihak, dari pedesaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, DKM masjid, majelis taklim, pesantren, hingga ormas. Katanya, sebab pemerintah tidak mungkin bergerak sendirian.

Gus Ami melanjutkan, program vaksinasi perlu dipercepat sehingga pemerintah harus menyediakan fasilitas vaksinasi yang memadai.

“Maka saya mengusulkan kepada pemerintah untuk percepatan ini melibatkan semua pihak. Salah satu titik lemah penanggulangan Covid-19 ini adalah partisipasi
atau keterlibatan secara dua arah. Karena pemerintah enggak mungkin bisa sendirian. Kalau sendirian pasti akan berat,” tutur Gus Ami.

“Hanya vaksinasi satu-satunya cara untuk selamat dari pandemi, dengan cara vaksinasi secepat-cepatnya dan vaksinasi sebanyak-banyaknya. Minimal 80 persen
penduduk Indonesia harus divaksin,” pungkas Gus Ami.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds