PPKM Darurat Diperpanjang? Ini Kata Walikota Bandung

SEPI: Warga melintas di depan toko yang tutup di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (11/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

SEPI: Warga melintas di depan toko yang tutup di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (11/7/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menanggapi wacana perpanjangan PPKM darurat yang dilontarkan Mentri Keuangan, Sri Mulyani.


Menurut Walikota Bandung, Oded M Danial, pihaknya akan mengikuti apa yang sudah menjadi kebijakan pusat.

“Kita kan pemerintah daerah, ya harus mengikuti apa yang sudah menjadi aturan yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Oded melalui sambungan telepon.

Oded mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi jika PPKM diperpaang apalagi jika perpanjangan dilakukan hingga 6 minggu.

“Kita terus melakukan rapat koordinasi, walaupun kami WFH, tapi saya bersama pak Wakil dan Pak Sekda beserta Forkopimda,” terangnya.

Beberapa Langkah yang dilakukannya, lanjut Oded, adalah dengan melakukan refokusing. Dimana anggaran akan dialihkan untuk membantu orang-orang yang terdampak covid, terutama orang yang tidak termasuk ke dalam DTKS. Meski demikian, Oded berharap PPKM tidak harus diperpanjang.

“Ini kan masih ada waktu satu minggu lagi untuk melihat perkembangan covid-19 di Kota Bandung. Mudah-mudahan dalam satu minggu ini, tidak ada lagi pertambahan angka terkonfirmasi positif,” harapnya.

Oded mengakui, masih banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat di Kota Bandung. Untuk itu, Oded mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi apa yang sebenarnya terjadi pada warga Kota Bandung.

“Di awal-awal penerapan PSBB, Kota Bandung ini kan paling bagus, bahkan dijadikan contoh. Kenapa sekaranng tingkat kepatuhan masyarakat jadi menurun,” sesal Oded.

Oded bahkan belum bisa memastikan, apakah mereka yang berektifitas di Kota Bandung itu merupakan warga Kota Bandung, atau dari luar. Untuk itu, Oded mengaku pihaknya terus melakukan evaluasi.

“Evaluasi terus dilakukan, agar kita bisa segera melakukan Tindakan. Sehingga mobilitas bisa benar-benar ditekan,” tegasnya.

Disinggung masyarakat yang kemungkinan akan terdampak PPKM jika diperpanjang adalah masyarakat menengah ke bawah. Untuk itu, Oded mengatakan pihaknya terus mencari jalan keluar untuk membantu warganya yang membutuhkan.

“Bagaimanapun bentuknya, kami akan terus melakukan upaya agar kegiatan masyaraat bisa dikurangi untuk menekan angka penularan covid-19 di Kota Bandung,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds