Sinergitaskan Program, P4GNPN Kota Bandung Gelar Webinar Kelurahan Tangguh Bersih Narkoba

WEBINAR: Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) Kota Bandung menggelar Kelurahan Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar), Kamis (8/7/2021)

WEBINAR: Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) Kota Bandung menggelar Kelurahan Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar), Kamis (8/7/2021)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) Kota Bandung, menggelar pelaksanaan kegiatan Kelurahan Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021).


Kegiatan berlangsung secara virtual diikuti oleh 112 orang peserta dari mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), serta beberapa kelurahan dengan melibatkan para relawan anti narkoba, tim IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat), TP PKK, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan perwakilan dari puskesmas dan masyrakat umum lainnya.

Webinar kelurahan tangguh bersih narkoba tersebut, bertujuan untuk mengsinergitaskan antara program kelurahan bersinar dengan kelurahan tangguh anti narkoba dalam rangka menciptakan Kota Bandung Bersinar menuju Indonesia bersih narkoba.

Kegiatan virtual itu, dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan tiga narasumber masing-masing, Kepala BNN Kota Bandung, AKBP. Deni Yus Danial, S,IP,MH, Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Drs.Bambang Sukardi, M.Si dan AKP.Imam Jarkasih,S.H. (Kepala Bagian Operasional) KBO Satnarkoba Polrestabes Bandung, dengan dipandu moderator Saras Putri Utami, S.I,Kom, Subkor P2M BNN Kota Bandung.

Deni Yus Danial dalam paparannya menjelaskan, negara sedang darurat narkoba, seperti yang telah disampaikan Presiden, Joko Widodo. Kondisi ini telah mengancam esensi keselamatan bangsa dan negara, terutama melemahkan dan menghilangkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Dengan kondisi darurat ini, Kapolri pun merespin dengan mengeluarkan telegram No. 6/2021, tanggal 16 Juni Tahun 2021, yang memerintahkan seluruh Direktur Narkoba di jajaran Polda di Indonesia kampung tangguh narkoba.

“Maka untuk penanganan masalah narkoba diperlukan peningkatan peran pemerintah daerah mulai tingkat gubernur, bupati/walikota, camat sampai ke tingjat desa/ lurah untuk memfasilitasi P4GN,” ujarnya.

Disebutkan, Inpres No.2 Tahun 2020 telah mengamanahkan mengenai penguatan P4GN melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) yang ditujukan kepada seluruh kementerian dan kepala lembaga non-kementrian, panglima, kapolri, jaksa agung dan para gubernur, serta para bupati dan walikota untuk melaksanakan penguatan P4GN.

Permendagri No. 12 Tahun 2019, disebutkan pula tentang fasilitasi P4GN yang ditujukan kepada para gubernur, bupati, walikota, camat sampai ke tingkat desa atau kelurahan agar memfasilitasi P4GN, melalui program desa/kelurahan bersinar.

Namun meski demikian, tambah Deni, sekalipun sudah ada Inpres dan permendagri namun masih dihadapkan dengan permadalahan lain.

“Musuh kita bersama saat ini adalah ego sektoral. Sudah jelas inpres-nya, namun ego sektoral masih tampak mencengkram dan membahaya keselamatan generasi milenial. Ini sering terjadi baik di lingkungan institusi ataupun instansi lainnya. Ini merupakan penghalah kita dalam memperjuangkan P4GN,” ujarnya.

Baca Juga: BNN dan Dishub Kota Bandung Kampanyekan War On Drugs Melalui Jumat Bike

Permasalahan lainnya yang muncul adalah rendahnya mobilisasi dari segenap komponen bangsa untuk melaksanakan P4GN. Karena P4GN didesain bukan menjadi tanggung jawab BNN semata, akan tetapi mengadi tanggung jawab bersama, seperti yang tercermin dalan UU. No. 35 Tahun 2009, yang menjelaskan masyarakan diberikan hak dan tanggung jawab seluas-luasnya untuk berperan aktif melaksanakan P4GN.

Sementara itu, Saras Putri Utami yang membacakan Telegram Kapolri menyebutkan, indikator keberhasilan kampung tangguh anti narkoba, adanya peran aktif masyarakat upaya pelaksanaan P4GN.

Baca Juga: BNN Kota Bandung Ajak Pelajar dan Mahasiswa Perangi Narkoba

Menurutnya, pembentukan kampung tangguh anti narkoba ini, bisa diselaraskan dengan program P4GN dari BNNK, dengan anggaran APBD dari kabupaten/kota, atau APBD desa/ kelurahan.

Sementara itu, narasumber terakhir, Imam Jarkasih menyampaikan, berkaitan dengan kampung tangguh anti narkoba, pihaknya akan mencoba membuat terobosan-terobosan seperti memberdayakan sejumlah bengkel, agar para pekerjanya merekrut para mantan napi narkoba.

“Dengan demikian, mereka akan dapat penghasilan dan dengan kegiatan positif ini, tentu terlupakan akan narkoba,” tandasnya.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds