Pemprov Jabar Ditarget Suntik Vaksin 200 Ribu Jiwa per Hari

ILUSTRASI/ist

ILUSTRASI/ist

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah terbesar yang harus mengejar angka realisasi target vaksinasi Covid-19, sebanyak 33 juta jiwa. Pemerintah pusat meminta penyuntikan per hari di Jawa Barat bisa menyentuh angka 200 ribu per hari.


Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di GOR Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (8/7). Dalam acara tersebut hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Ganip Warsito.

Salah satu metoda yang bisa dilakukan adalah memperbanyak vaksinasi massal di tempat besar dan terbuka atau memanfaatkan gedung olahraga.

“Kami mengharapkan Jabar kalau bisa sehari bisa 200 ribu (penyuntikan vaksin Covid-19),” kata dia.

“Karena ini provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di indonesia, targetnya ada 33 juta, dibandingkan dengan Jateng atau Jatim, memang harus mengejar, jadi insyallah dengan adanya tempat seperti ini target 200 ribu bisa kita kejar,” ia melanjutkan.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut saat ini vaksinasi harus menjadi salah satu prioritas yang dipercepat, meski di tengah kebijakan PPKM darurat. Anggota TNI dan Polri akan dikerahkan untuk bisa menjadi tenaga vaksinator.

“Dengan target 200 ribu vaksinasi per hari, maka kita bisa kalkulasi kebutuhan nakes lebih dari 10 ribu, itu dengan kita bekerja moderat, 50 nakes itu bisa 2.000 vaksinasi,” kata dia.

“Ssetelah Jakarta kita bisa selesaikan dalam kurun waktu awal Agustus, maka beberapa nakes TNI Polri bisa kita perbantukan di Bandung Raya ini, sehingga herd imunty akhir agustus bisa kita capai,” ia melanjutkan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan akselerasi vaksinasi menjadi hal penting untuk mencapai herd immunity. Selain TNI Polri dan pemerintah, pihak lain, seperti perguruan tinggi bisa ikut berpartisipasi dalam menggelar vaksinasi massal.

“Dalam trangka mempercepat herd imunity, tentunya terus kita lakukan dengan mengakselerasi karena ini perlu rekan-rekan untuk yang memiliki kemampuan, masyarakat, relawan, kemudian perguruan tinggi yang akan bergabung tentunya diberikan kesempatan,” ucap dia.

“Sehingga percepatan vaksinasi massal bisa mencapai herd imunity di akhir Juli ini secara nasional, harapannya bisa menembus di angka 1 juta, 2 juta, dan selanjutnya di bulan okteober akan terus meningkat,” Tegas dia.

Selain itu, ia menambahkan, kebijakan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali diambil oleh pemerintah pusat karena angka positif covid-19 harian sangat tinggi. Diharapkan, kebijakan yang berlaku hingga 20 Juli ini menekan laju pertumbuhan dengan menjaga mobilitas.

“Semua masyarakat harus memahami dan menaati aturan yang tertuang dalam PPKM darurat untuk menekan penybaran Covid-19,” tandasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds