Saksi Kasus Korupsi di Bandung Barat Ungkap Alasan Mangkir Pemeriksaan KPK

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Moh Galuh Fauzi, salah seorang saksi kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemik Covid 19, di Pemkab Bandung Barat tahun 2020, mengungkap alasan mangkir dari pemeriksaan KPK pada Selasa 6 Juli 2021.


Menurutnya, ia tak bisa hadir dalam pemeriksaaan KPK karena dalam kondisi tak sehat. Bahkan, kondisi tersebut telah disampaikan langsung kepada salah satu penyidik KPK, sehingga dirinya meminta untuk dijadwal ulang.

“Sehari sebelumnya saya sudah mengirim kabar kepada penyidik KPK bahwa saya dalam kondisi sakit dan meminta dijadwal ulang,” kata Galuh kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

Galuh mengaku tak menyertakan surat resmi kepada KPK terkait kondisi dirinya. Kabar itu langsung disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp kepada salah satu penyidik.

“Penyidik dengan baik mengamini permintaan saya. Jadi kalau dikatakan mangkir insya Allah sepengetahuan saya sudah ada izin langsung dari penyidik melalui WA,” tambah Galuh.

Baca Juga: Korupsi Tanggap Darurat Covid-19, KPK Periksa Kepala Inspektorat Bandung Barat

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi mengeluarkan ultimum kepada dua saksi kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna ini, agar bersikap kooperatif. Pasalnya, dua saksi yakni Moh. Galuh Fauzi dan Asep Lukman tidak hadir dalam jadwal pemeriksaan, pada Selasa 6 Juli 2021.

Menurut Galuh, pernyataan dari KPK itu membuat keluarga dan kerabatnya khawatir. Sejak awal, Galuh mengaku sudah bersikap kooperatif. Ia sudah memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi pada 24 Juni 2021 lalu.

“Sikap kooperatif saya tunjukan dengan memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya berdasarkan apa yang saya ketahui,” kata Galuh.

Baca Juga: KPK Periksa Puluhan ASN di Bandung Barat Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Tanggap Darurat Covid-19

Untuk ke depannya, Galuh meminta KPK agar lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan kepada publik. Sebab, pemberitaan yang dialaminya membuat keluarganya resah.

“Dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya meminta dan memohon kepada KPK agar lebih bijak dalam memberikan keterangan pers kaitannya dengan saksi supaya kekhawatiran yang keluarga dan kerabat saya alami tidak terjadi lagi baik kepada saya maupun kepada orang lain di kemudian hari,” pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds