PPKM Darurat, Begini Nasib Pedagang Pasar Baru

Ilustrasi blok Pasar Baru

Ilustrasi blok Pasar Baru

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Umum Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan menyampaikan, PPKM Darurat sangat berdampak terhadap pedagang Pasar Baru.


Tak sedikit dari mereka yang kabarnya terpaksa kehilangan mata pencaharian, kondisi itu kian berat, sebab para pedagang disebut belum tersentuh bantuan pemerintah.

Dalam masa PPKM Darurat, pemerintah membatasi jam operasional pasar. Yang boleh hanya pedagang yang termasuk dalam sektor esensial dan kritikal seperti para penjual pangan dan sembako.

“Memang ada kebijakan pemerintah untuk penutupan Pasar Baru, kecuali pasar yang melayani pangan dan sembako, basement 1 dan basemet 2,” ungkap Iwan, Rabu (7/7).

“Resikonya pedagang sekarang menganggur, bukan hanya pedagang tapi karyawan yang hidup dari aktivitas pasar baru berhenti total dan tidak memiliki penghasilan,” sambungnya.

Dalam kondisi kini, kata Iwan, bantuan pemerintah sangat dibutuhkan oleh para pedagang. Ia berharap bantuan bisa pemerintah realisasikan.

Dalam catatan Iwan, terdapat sekitar 4.200 pedagang Pasar Baru, lebih dari setengahnya kini tak beroperasi.

“Kami berharap ada bansos (bantuan sosial) dari pemerintah, kami kesulitan ada pedagang dan karyawan lepas yang gaji harian. Dengan tutupnya pasar baru tidak ada aktivitas dan tidak bekerja, tidak ada penghasilan untuk keluarganya,” katanya.

“Jumlahnya ada 4.200 orang di dalamnya yang dagang 50 persen, karyawan ribuan yang menganggur. harapan ada dari pemerintah untuk membantu pedagang dan pembantu yang ada di pasar baru entah itu uang tunai atau sembako, karena itu sangat dibutuhkan,” ia melanjutkan.

Iwan juga menyampaikan, meski pedagang tak dapat berjualan, tapi beban biaya listrik maupun pungutan lainnya masih harus dibayarkan. Kondisi ini yang juga dirasa semakin memberatkan kondisi para pedagang.

“Kami kesulitan, walau tidak beroperasi, tapi masih dibebani listrik dan service charge. kami berharap ada kebijakan, apalagi Pasar Baru ini yang mengelola pemerintah, boleh pemerintah berbisnis dengan rakyat kalau kondisi normal, tapi masa sekarang lagi susah,” bebernya.

Meski efeknya luar biasa berdampak pada pedagang, para pedagang harus tetap berpartisipasi bersama elemen masyarakat lainnya dalam upaya penanangan pandemic Covid-19.

“Efeknya sangat luar biasa tapi bagaimana lagi, kita sebagai masyarakat yang baik pedagang yang baik harus berpartisipasi untuk bisa menekan bahkan iktu bersama-sama dengan komponen masyarakat lain untuk bahu membahu untuk bisa membantu menghentikan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

“Para pedagang itu tidak pernah dapat Bansos dari pemrintah baik pusat mau pun daerah, mudah-mudahan pemangku kebijakan bisa mendengar dan terketuk hatinya,” pungkasnya. (muh)

Loading...

loading...

Feeds